RIAUMAKMUR.COM - Nilai ekspor Riau berdasarkan harga Free On Board (FOB) pada bulan Februari 2024 sebesar US$ 1,23 miliar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Asep Riyadi mengatakan bahwa nilai ekspor Riau berdasarkan FOB tersebut, mengalami penurunan sebesar 18,66 persen pada Februari 2024 dibanding ekspor Januari 2024.
"Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor nonmigas sebesar 18,88 persen dari US$ 1,35 miliar pada Februari menjadi US$ 1,09 miliar pada Januari," kata Kepala BPS Riau, Asep Riyadi.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekspor Nonmigas Riau: Lemak dan Minyak Menonjol Diikuti Pulp, Bahan Kimia Terkoreksi
Sementara itu, ekspor migas mengalami penurunan sebesar 16,87 persen dari US$ 161,41 juta pada Januari 2024 turun menjadi US$ 134,19 juta pada Februari 2024.
Selama Januari-Februari 2024, nilai ekspor Riau mengalami penurunan sebesar 15,96 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh turunnya ekspor nonmigas sebesar 19,76 persen.
"Sementara itu, ekspor migas mengalami kenaikan sebesar 38,00 persen," jelasnya.
Baca Juga: Bahas Inflasi, Pj Gubri Kunjungi Kantor BPS Riau
Ia merincikan bahwa pada Februari 2024, 6 dari 10 golongan barang ekspor nonmigas mengalami penurunan. Yang mana, penurunan terbesar terjadi pada kelompok Lemak & Minyak Hewan/Nabati sebesar US$ 272,19 juta, diikuti dengan Berbagai Produk Kimia sebesar US$ 8,01 juta, Tembakau sebesar US$ 3,27 juta, Ampas dan Sisa Makanan Industri sebesar US$ 2,90, Berbagai Makanan Olahan sebesar US$ 2,54 juta dan Serat Stapel Buatan sebesar US$ 1,70 juta.
"Sebaliknya golongan yang mengalami kenaikan terbesar terjadi pada Bubur Kayu (Pulp) sebesar US$ 21,24 juta, Kertas dan Karton sebesar US$ 15,09 juta, Bahan-bahan Nabati sebesar US$ 2,68 juta, dan Bahan Kimia Organik sebesar US$ 0,32 juta," jelasnya.
Baca Juga: BPS Umumkan Rilis Ekspor dan Impor Provinsi Riau Periode Januari 2024
Selanjutnya selama Januari-Februari 2024, ekspor 10 golongan barang utama nonmigas (HS 2 dijit) memberikan kontribusi sebesar 99,12 persen terhadap total ekspor nonmigas.
"Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang utama nonmigas tersebut mengalami penurunan sebesar 19,90 persen terhadap periode yang sama tahun 2023," tukasnya.
Artikel Terkait
Ekspor Riau Juli 2023, BPS: Migas Turun, Nonmigas Naik
UMKM Bono Tanjak Promosikan Balong Raja dan Nakhoda Trong Saat FGD Akselerasi Ekspor Halal Provinsi Riau
Ekonomi Indonesia Triwulan II 2023 Tumbuh Kuat Ditengah Kinerja Ekspor Menurun, Ini 3 Sumber Pendorongnya
Pertumbuhan Ekspor Nonmigas Riau: Lemak dan Minyak Menonjol Diikuti Pulp, Bahan Kimia Terkoreksi
Talas Ungu Rokan Hilir Jadi Produk Unggulan Ekspor di Riau
Ini Pembiayaan Untuk UKM Pelaku Ekspor, Bisa Berikan Pembiayaan Hingga Rp 15 Miliar Dengan Agunan 30 Persen Saja
Palsukan Uji Keselamatan, Pabrik Daihatsu di Jepang Berhenti Produksi, Astra Daihatsu Motor Tetap Lanjut Produksi dan Ekspor
Neraca Perdagangan Riau Desember 2023: Surplus US$ 1,31 Miliar, Kontribusi Ekspor Terhadap Nasional 6,57%
BPS Umumkan Rilis Ekspor dan Impor Provinsi Riau Periode Januari 2024
Pelabuhan Ekspor Parit 21 Dibuka Kembali, Pj Bupati Inhil: Jangan Ada Monopoli