RIAUMAKMU.COM — Majalah Forbes merupakan majalah ekonomi paling populer, karena konten daftar orang terkaya di dunia menjadi sajian informasi yang paling banyak ditunggu pembacanya.
Majalah Forbes asal Amerika Serikat ini memang fokus pada konten dan tulisan-tulisan tentang ekonomi dan setiap tahun akan memuat daftar orang terkaya di dunia.
Konten orang terkaya di dunia yang sering terbit di Majalah Forbes tentu akan sangat mencuri perhatian karena publik sangat ingin mengetahui siapa saja orang-orang yang masuk ke daftar itu, terlebih jika ada orang baru di dalamnya.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan informasi terbaru yang dimuat Majalah Forbes, pemilik tas Louis Vuitton, Bernard Arnault dan keluarga, dinobatkan sebagai orang terkaya di bumi.
Bernard Arnault dan keluarga memili harta US$ 211 miliar atau Rp3.196 triliun. Lalu, diikuti Elon Musk, Jeff Bezos, Larry Ellison dan Warren Buffet.
Lantas bagaimana majalah ini menentukan daftar orang terkaya di dunia? Dilansir dari CNBC Indonesia, sebagaimana diinformasikan dalam laman Forbes, menyebutkan cara pertamanya yang dilakukan oleh redaksi majalan ini yakni menemui langsung para orang kaya tersebut jika memungkinkan.
Pihak media bakal mewawancarai orang kaya tersebut, para karyawan, manajer aset, penasihat keuangan, dan pengacara mereka. Tentu Forbes juga akan mempelajari ribuan dokumen sekuritas dan bursa. Sekaligus memperhitungkan semua jenis aset.
Aset-aset tersebut berupa total aset keseluruhan, baik aset lancar atau aset tetap, seperti saham di perusahaan publik, kepemilikan properti, kendaraan, dan lainnya. Selain itu, Forbes juga memperhitungkan total liabilitas, baik jangka pendek atau jangka panjang, dan pemberian amal.
Singkatnya, Forbes menggunakan nilai kekayaan bersih untuk menentukan daftar orang terkaya di dunia. Nilai kekayaan bersih merupakan perhitungan total aset kemudian dikurangi oleh total liabilitas.
Namun, selain dari nilai kekayaan bersih, Forbes juga melakukan perhitungan dengan cara mengkalkulasi harga saham yang dimiliki oleh miliarder tersebut dan nilai tukar.
Karena harga saham dan nilai tukar selalu fluktuatif, Forbes juga mengakui kalau beberapa orang bisa dengan mudah mengalami kenaikan atau penurunan posisi di daftar mereka karena hal tersebut.
Akibatnya, beberapa orang bisa menjadi lebih kaya dan miskin dalam periode waktu berdekatan.
Misalkan di Indonesia, saat pemilik Bayan Resources, Low Tuck Kwong, tersingkir dari peringkat pertama orang terkaya di Indonesia karena terjadi fluktuasi terhadap saham Bayan atau terjadi di dunia saat pemilik Tesla, Inc., Elon Musk, digeser posisinya oleh pengusaha tas, Bernard Arnault.
Kendati demikian, perhitungan ini umumnya digunakan oleh Forbes bagi mereka yang memiliki saham di perusahaan terbuka atau yang sudah terdaftar di bursa saham.***