RIAUMAKMUR.COM - Tahun 2023 sepertinya menjadi dalah satu tahun berat bagi bisnis perbankan.
Bisnis perbankan dijenis Bank Perkreditan Rakyat (BPR) pada tahun 2023 ini sepertinya sulit mengembangkan bisnisnya.
Pada tahun 2023 ini terdata oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ada tiga BPR yang mengalami kebangkrutan.
Baca Juga: Selamatkan Generasi Muda, Capella Honda Berikan Ilmu Cari Aman Berkendara
Angka ini tentu bukan hal yang sepele karena terdapat nasib banyak nasAbah dalam satu BPR.
Tiga BPR yang mengalami kebangkrutan atau di likuidasi yakni BPR Bagong Inti Marga, BPR Karya Remaja Indramayu dan terakhir BPR Indotama UKM Sulawesi.
Masing-masing BPR ini memiliki ribuan nasabah.
Baca Juga: Maling Kotak Infak Masjid Tertangkap Warga Didalam Gudang Masjid dan Dihakimi Masa
Menurut LPS BPR yang mengalami kebangkrutan ini didominasi masalah Fraud.
Sebagai catatan jika dihitung dalam kurun waktu sejak tahun 2005, ada 121 bank alami kebangkrutan dan di likuidasi.
Pada tahun 2023 ini berdasarkan lapoaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terjadi penurunan keuntungan BPR.
Baca Juga: Anak Alami Cacingan? Ini Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya
Melihat data Year on Year Agustus 2023 keuntungan BPR jika dibandingkan tahun 2022 mengalami penurunan sebesar 24,27 persen.
Selain itu, tekanan di bisnis BPR juga ditambah dengan meningkatnya Rasio Non Performing Loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah yang mencapai 10 persen lebih.
Rasio kredit bermasalah yang baik menurut OJK adalah dibawah angka rasio 5 persen.