RIAUMAKMUR.COM - Tidak ingin melewatkan potensi besar market Indonesia, TikTok Shop akan kembali hadir lewat Tokopedia dibawah GoTo.
Yang jadi pertanyaan tentunya apakah akan sama kemunculannya seperti TikTok Shop sebelumnya yang mengkombinasikan antara sosial media dengan e-Commerce.
TikTok Shop melalui kerjasama dengan GoTo akan kembali merambah market e-Commerce di Indonesia.
Baca Juga: Hati-Hati Taruh Sepeda Motor Diluar Rumah Saat Malam Hari, Bisa Hilang Seperti Kejadian di Sinaboi
Lewat kerjasama ini, Tokopedia yang merupakan bagian bisnis dari GoTo berkolaborasi dengan TikTok untuk e-Commerce.
Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan di bawah PT Tokopedia, di mana TikTok akan memiliki pengendalian atas PT Tokopedia.
Fitur layanan belanja dalam aplikasi TikTok di Indonesia akan dioperasikan dan dikelola oleh PT Tokopedia.
Baca Juga: OJK Riau Giat Tingkatkan Literasi Keuangan Penyandang Disabilitas
Dalam keterangan tertulis disebutkan melalui kesepakatan ini, TikTok dan GoTo dapat memperluas manfaat bagi pengguna serta pelaku UMKM Indonesia. Pertumbuhan bisnis Tokopedia setelah dikombinasikan dengan TikTok Shop Indonesia ini akan membawa keuntungan bagi GoTo, yang akan tetap menjadi mitra ekosistem bagi Tokopedia, termasuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan layanan keuangan digital melalui GoTo Financial dan on-demand services dari Gojek. GoTo juga akan menerima aliran pendapatan dari Tokopedia sejalan dengan skala dan pertumbuhan perusahaan tersebut.
Belum diketahui bagaimana nanti bentuk layanan yang disediakan, Namun bisa jadi akan berbeda dengan kehadiran TikTok Shop sebelum dihentikan operasinya di Indonesia dahulu.
Pada kehadiran TikTok Shop sebelumnya, perusahaan ini berinovasi dengan mengkombinasikan antara sosial media dengan platform belanja e-Commerce.
Seperti diketahui sebelumnya ada sejumlah alasan yang membuat TikTok Shop dihentikan operasinya di Indonesia.
Alasan tersebut antaranya dugaan dapat merusak ekosistem UMKM di Indonesia, merugikan UMKM offline, regulasi yang belum jelas.
Selain itu alasan kemampuan platform memanipulasi algoritma lewat sosial media menjadi kekhawatiran juga.