Baca Juga: BI Riau Jamin Ketersediaan Rupiah dalam Jumlah yang Cukup Selama Ramadan dan Idulfitri
Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah cabai melalui improvisasi produk, serta mengembangkan unit usaha pesantren dan UMKM binaan BI Riau yang memproduksi olahan cabai.
Pondok Pesantren Darul Huda, yang memiliki unit usaha Darul Huda Snack dengan produk unggulan berupa sambal, menjadi tempat pelaksanaan pelatihan ini.
Untuk mendukung peningkatan kualitas produk pesantren, BI Riau telah memberikan bantuan sarana dan prasarana pengolahan cabai pada 2023.
Selama pelatihan, peserta diajarkan cara membuat sambal pasta dan cabai bubuk oleh Susilaningsih, Owner dan Direktur Sambal Dede Satoe Surabaya, serta Chef Arie Sanyi, Executive Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru.
Kepala Perwakilan BI Riau, Panji Achmad mengatakan bahwa program pengembangan UMKM dan pengendalian inflasi di Bank Indonesia bersifat end-to-end, yaitu penguatan dari hulu sampai hilir. Dalam hal ini, inflasi komoditas volatile food khususnya cabai harus menjadi perhatian bersama.
"Jadi, penyelenggaraan capacity building ini untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan Kelompok Wanita Tani binaan yang memiliki usaha berupa olahan cabai," kata Panji dikutip Sabu (31/8/2024).
Nantinya unit usaha tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk olahan cabai.
"Dengan demikian, Ponpes Darul Huda selain mampu meningkatkan ekonomi pesantrennya, juga turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga cabai," ujar Panji.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Huda, KH. Dr. Yanto Nur Hamzah, S.Hi., M.M., menyambut baik program hilirisasi cabai ini.
"Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia Riau yang telah mendukung program kemandirian Pondok Pesantren Darul Huda sejak 2022. Capacity building ini sangat bermanfaat bagi kami mengingat Pondok Pesantren Darul Huda memiliki unit usaha olahan makanan. Berbagai saran dan masukan dari narasumber yang sangat kompeten, mendorong kami untuk terus berkembang dan meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren kami serta berkontribusi dalam menjaga stabilitas inflasi melalui hilirisasi cabai," ujarnya.
Melalui program capacity building dan berbagai program lainnya, diharapkan UMKM dapat naik kelas dan pesantren semakin mandiri.
Hal ini penting agar UMKM mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.
Program ini juga diharapkan dapat mengendalikan inflasi pangan (volatile food), yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan pesantren, UMKM, dan masyarakat. (media center riau / bts)