ekonomi-bisnis

Badai Francine Dorong Lonjakan Transaksi Kontrak Minyak Mentah di ICDX

Sabtu, 21 September 2024 | 13:53 WIB
Ilustrasi kontrak minyak mentah di ICDX.

RIAUMAKMUR.COM – Di tengah Badai Francine yang melanda pesisir Louisiana AS dan Teluk Meksiko pada 11 September 2024, yang menyebabkan penurunan pasokan minyak mentah global, transaksi kontrak berjangka komoditas minyak mentah di ICDX menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Data dari ICDX menunjukkan bahwa transaksi kontrak berbasis minyak mentah pada periode 3-10 September 2024, atau seminggu sebelum Badai Francine, tercatat sebanyak 622 lot.

Angka ini melonjak hingga 357% menjadi 2.226 lot pada periode 11-17 September 2024, seminggu setelah kejadian.

Baca Juga: ICDX Libatkan Media Massa Untuk Edukasi Kepada Masyarakat tentang Perdagangan Berjangka Komoditi

Badai Francine telah mengakibatkan beberapa kilang minyak di AS menghentikan operasi, menimbulkan kekhawatiran pasar terkait penurunan pasokan minyak mentah.

Badai tersebut melewati enam kilang minyak di Gulf Coast dan 22 pelabuhan.

Yoga Tirta, Research and Development ICDX, menjelaskan badai Francine mengganggu sekitar 12% produksi minyak mentah dan 16% produksi gas alam di Teluk Meksiko.

Efek dari badai ini dapat dikatakan menjadi icing on the cake untuk komoditas minyak mentah, yang dalam kondisi pasokan yang sudah ketat akibat konflik di Timur Tengah dan penundaan rencana peningkatan output OPEC+.

Baca Juga: ICDX Transaksikan Lebih Dari 29 Ribu Lot di Hari Pertama Perdagangan 2024

"Situasi ini dimanfaatkan secara optimal oleh investor, baik untuk tujuan taking profit maupun hedging, sehingga volume transaksi ikut meningkat," kata Yoga Tirta.

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama ICDX, menambahkan kontrak berjangka minyak mentah di ICDX merupakan bagian dari Transaksi Multilateral.

Selain minyak mentah, ICDX juga memfasilitasi kontrak komoditas lainnya, seperti pertanian, minyak, mata uang, dan emas.

Baca Juga: 2024, ICDX Proyeksikan Perdagangan Berjangka Komoditi Meningkat

"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan produk multilateral yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik untuk lindung nilai maupun mitigasi risiko terhadap harga komoditas," kata Fajar Wibhiyadi.

Sebagai catatan, transaksi multilateral untuk kontrak minyak mentah di ICDX dalam periode Januari hingga Agustus 2024 tercatat sebanyak 38.132 lot dengan nilai nominal mencapai Rp574 triliun, yang terdiri dari kontrak COFRMic, COFU10, dan COFU100.

Halaman:

Tags

Terkini