RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU — Tentunya kita sudah tahu apa itu investasi ilegal atau biasa dikenal dengan sebutan investasi bodong termasuk ciri-cirinya, bukan?
Namun faktanya, tetap saja ada banyak orang yang terjebak dalam investasi bodong. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Semakin canggihnya teknologi, maka praktik investasi bodong akan selalu beradaptasi dengan hal itu.
Para pelaku investasi bodong justru lebih dulu melek dengan teknologi sebelum melancarkan aksi kepada korban-korbannya.
“Masih lemahnya literasi masyarakat menjadi salah satu penyebabnya. Oleh sebab itu, upaya untuk memberikan literasi harus terus dilakukan,” kata Kepala OJK Riau M Lutfi beberapa waktu lalu.
Dia mengingatkan, saat momentum Idul Fitri seperti ini, masyarakat wajib hati-hati terhadap berbagai tawaran investasi yang masuk.
“Saat lebaran seperti ini, semua orang punya uang. Mereka yang sayang untuk menghabiskan uangnya tentu berniat untuk berinvestasi. Hati-hati, celah ini bisa dimasuki oleh pelaku investasi bodong,” sambung Lutfi.
Menurutnya, ada 2 cara paling sederhana untuk mengenali ciri-ciri investasi bodong. Pertama soal legalitas perusahaan investasi yang menawarkan produk investasinya.
Lutfi mendorong agar masyarakat selalu kritis dan teliti untuk memilih perusahaan investasi sebelum menanamkan modal ke perusahaan itu.
Legalitas menjadi poin paling penting bagi sebuah perusahaan investasi. “Sangat tidak disarankan kepada masyarakat melakukan investasi kepada perusahaan yang tidak legal,” terangnya.
Cara kedua yakni logis. Kata Lutfi, jika ada sebuah produk investasi yang menjanjikan keuntungan besar, maka itu sangat tidak logis.
“Bahkan jika mereka menjamin keuntungan hingga 20% saja, itu masih termasuk tidak logis. Mana ada investasi yang bisa untuk sebesar itu dalam waktu sekejap,” tuturnya.
Lutfi menyebut, kedua cara itu merupakan langkah paling sederhana untuk mengenali ciri - ciri investasi bodong, Legal dan Logis.
“Kita sering menyebutnya 2L (legal dan logis). Kalau keduanya nggak masuk, sebaiknya tinggalkan produk investasi itu,” tuturnya mengingatkan. ***