RIAUMAKMUR.COM - Rencana penghapusan World Superbike Championship (WSBK) dari penyelenggaraan balapan di Sirkuit Mandalika ternyata membuat ketar ketir Bupati Lombok Tengah.
Pasalnya kepergian WSBK akan menjadi preseden negatif bagi investasi di Lombok Tengah, terutama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
"Bisa enggan nanti kedepannya investor menaruh duitnya di KEK Mandalika jika rencana WSBK dihapus direalisasikan," ungkap Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, Sabtu (17/6/2023).
Baca Juga: Pertamina Kembali Garap Migas di Balok Aljazair
Menurut Bupati yang berusia 53 tahun ini dalam investasi tidak serta merta langsung maju.
"Perlu adaptasi, proses dan waktu tentunya agar investasi ini bisa maju," imbuhnya.
Ia mengaku tidak suka mendengar kata-kata rugi keluar dari perusahaan pengelola.
Lalu Pathul malah mempersudut perusahaan BUMN pengelola Sirkuit Mandalika yakni PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITD) ada masalah manajemen sehingga menyebut ada kerugian.
Anggapan ini dilontarkan karena menurutnya perusahaan tidak jelas, karena direksi kerap gonta ganti.
"Hampir setiap tahun jajaran direksi pimpinannya ini kan diganti. Lalu, penyebabnya apa?," tanya Bupati.
Baca Juga: Iduladha 1444 H, Jika Kurban Hukumnya Wajib, Apakah Orang Tak Mampu Akan Berdosa?
Seperti diketahui pada pemberitaan sebelumnya, BUMN yang mengelola Sirkuit Mandalika meminta Penyertaan Modal Negara (PMN).
Tak tanggung anggaran yang diminta, yakni sebesar Rp 1,9 triliun untuk jangka pendek. Ini disampaikan perusahaan tersebut dalam RDP dengan DPR beberapa waktu lalu.
Perusahaan dalam meminta PMN ini beralasan terlilit utang senilai Rp 4,6 triliun.