Unsur Riba Sangat Kompleks, Ustaz Adi Hidayat: Setop Pinjol

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Selasa, 7 November 2023 | 10:41 WIB
Ingin Dikejar-kejar Rezeki? Baca Surat Ini saat Tahajud, Kata Ustadz Adi Hidayat. /Tangkapan Layar YouTube
Ingin Dikejar-kejar Rezeki? Baca Surat Ini saat Tahajud, Kata Ustadz Adi Hidayat. /Tangkapan Layar YouTube

RIAUMAKMUR.COM- Ulama kondang Indonesia, Ustaz Adi Hidayat (UAH), mengimbau seluruh umat Islam untuk menghindari pinjaman online (Pinjol).

Imbauan menolak Pinjol ini, disampaikan Ustaz Adi Hidayat dalam video terbarunya yang telah menyebar luas di media sosial dan platform digital.

Ustaz Adi Hidayat menggugah kesadaran tentang bahaya riba yang kini semakin mudah diakses melalui platform pinjol.

Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Ajak Ummat Islam Dukung Kemerdekaan Palestina, Begini Caranya

"Setop Pinjol, Hindari Jebakan Riba," demikian tegas Ustaz Adi Hidayat dalam video di akun Youtube resminya yang berjudul "Tegas!!! UAH Melarang Pinjol", Senin (6/11/2023). 

Lebih lanjut UAH menekankan bahwa meskipun tampak praktis, pinjol menyimpan potensi bahaya yang besar karena prinsipnya yang berlandaskan riba. 

"Pinjol, pinjaman online itu termasuk riba dan ini ribanya adalah riba paling komprehensif riba paling kompleks yang memang mencakup semua bagian-bagian unsur riba," ujar Wakil Ketua I Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Siap Kuliahkan Remaja Riau Hingga S3, Ini Syaratnya

Dalam pengajiannya, Ustaz Adi tidak hanya menyoroti sisi negatif dari pinjol tetapi juga memberikan pandangan luas tentang pentingnya mengikuti pedoman Alquran dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam mengelola keuangan. 

Mengutip surah Al-Baqarah ayat 275 hingga 279, Ustaz Adi menjelaskan bahwa riba memiliki konsekuensi yang merusak, tidak hanya bagi pribadi tapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.

UAH juga menyoroti dampak psikologis riba yang digambarkan dalam Alquran serupa dengan orang yang kerasukan setan, sebuah kiasan yang menggambarkan kerusakan mendalam yang dibawa oleh riba. 

Baca Juga: Perkuat Ideologi, Ini yang Harus Dilakukan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah

"Anda sedang masuk ke wilayah gelap," UAH mengingatkan, mengenai konsekuensi spiritual dan sosial terjerumus dalam riba.

Solusi yang ditawarkan Ustaz Adi tidak hanya berupa seruan untuk menghindari pinjol tetapi juga menyediakan alternatif konstruktif. 

Ustaz Adi mengusulkan agar masjid dan lembaga zakat seperti Baznas dimanfaatkan secara efektif untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Ini termasuk memfasilitasi akses ke zakat, infak, dan sedekah sebagai cara untuk menghindari pinjaman riba dan mempromosikan solidaritas sosial dalam komunitas.

Baca Juga: Muhammadiyah dan NU Kompak Dukung Pemberhentian Perang Israel - Palestina

"Kita sudah ketahui di lingkup kita itu ada masjid, ada skema di situ untuk Zakat, Infak, Sedekah," kata UAH, mengajak umat untuk berpartisipasi dalam sistem keuangan syariah yang sudah terstruktur dan memiliki dasar yang kokoh dalam ajaran Islam.

UAH juga mengingatkan bahwa larangan terhadap riba adalah ajaran yang bersifat universal, bukan hanya dalam Islam, tetapi juga dalam agama-agama lain, seperti yang tercatat dalam kitab suci agama Yahudi.

Seruan ini bukan hanya untuk menghindari pinjol, namun lebih luas sebagai upaya menyehatkan ekonomi umat dengan kembali kepada ajaran yang telah dibuktikan oleh waktu dan praktek umat terdahulu.

UAH menekankan pentingnya kembali kepada sistem yang lebih adil dan berpihak kepada kepentingan umat secara keseluruhan.

Pesan Ustaz Adi Hidayat ini merupakan panggilan untuk mengambil langkah bijak dalam memilih cara-cara keuangan yang tidak hanya halal tapi juga membawa berkah dan kedamaian baik di dunia maupun di akhirat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Sumber: Inilah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X