Kebun Raya Jagatnatha, Harmoni Alam dan Spiritualitas Bali Lewat Tanaman Upakara dan Usada

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Selasa, 15 Juli 2025 | 20:55 WIB
Kebun Raya Jagatnatha di Jembrana, Bali untuk destinasi wisata. (Tangkapan layar YouTube pu_ciptakarya)
Kebun Raya Jagatnatha di Jembrana, Bali untuk destinasi wisata. (Tangkapan layar YouTube pu_ciptakarya)

RIAUMAKMUR.COM - Jika sedang mencari destinasi wisata alam yang tak hanya menyuguhkan keindahan, tetapi juga sarat akan pengetahuan budaya, Kebun Raya Jagatnatha di Jembrana bisa menjadi pilihan menarik.

Terletak di jalur utama Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, kebun raya ini berdiri di lahan seluas 5,8 hektar.

Lokasinya sangat strategis, berada di jantung pusat pemerintahan Kabupaten Jembrana, membuatnya mudah diakses para wisatawan.

Dari Denpasar, jarak menuju Kebun Raya Jagatnatha sekitar 92 kilometer, atau sekitar 2,5 jam perjalanan dengan mobil. Meski perjalanan cukup panjang, rasa lelah akan langsung terbayar saat tiba dan menikmati suasana asri di dalam kawasan.

Kebun Raya Jagatnatha bukan sekadar tempat rekreasi biasa. Pengunjung akan menemukan perpaduan fungsi konservasi, pendidikan, serta penelitian botani. Konsep tematik yang diusung pun unik, yaitu mengutamakan koleksi tumbuhan Upakara dan Usada.

Tema ini sangat relevan dengan tradisi masyarakat Hindu Bali yang religius, di mana berbagai jenis tumbuhan kerap digunakan dalam upacara adat maupun persembahyangan sebagai sarana persembahan. Tak heran, kebun raya ini juga bisa menjadi ruang belajar bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam kearifan lokal Bali.

Satu hal yang membuat Kebun Raya Jagatnatha semakin istimewa, ia menjadi kebun raya kedua di Indonesia setelah Kebun Raya Bogor yang lokasinya berada di tengah kota. Hal ini mempertegas peran Kebun Raya Jagatnatha sebagai paru-paru hijau sekaligus ruang terbuka yang mendukung aktivitas masyarakat perkotaan.

Kawasan kebun raya ini pun ditata dengan sangat nyaman bagi para pengunjung. Kementerian PUPR telah melengkapi area ini dengan Balai Paninjauan, Pura Beji, Wantilan, gazebo, air mancur, serta panyengker atau tembok pembatas.

Tak hanya itu, fasilitas penunjang lainnya juga sangat memadai. Ada restoran, toilet yang bersih, pedestrian drainase, serta signage kawasan yang informatif, sehingga pengunjung dapat menjelajahi kebun raya dengan nyaman.

Bagi yang khawatir soal biaya, tidak perlu cemas. Tiket masuk Kebun Raya Jagatnatha sangat terjangkau. Untuk wisatawan domestik, harga tiket dewasa hanya Rp5.000, anak-anak Rp3.000, dan untuk rombongan pelajar Rp2.000 per orang.

Sementara itu, wisatawan mancanegara dikenakan tiket Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak.

Kebun Raya Jagatnatha buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 18.00 WITA. Jam operasional yang panjang ini memberi keleluasaan bagi wisatawan untuk menikmati suasana sejuk kebun raya, sekaligus belajar mengenai ragam tumbuhan yang memiliki makna penting dalam budaya Bali.

Dengan kombinasi keindahan alam, kearifan lokal, dan fasilitas yang lengkap, Kebun Raya Jagatnatha menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar rekreasi. Setiap sudut kebun raya ini seolah mengajak pengunjung untuk mendekat pada alam, menghargai tradisi, dan merenungi harmoni kehidupan.

Jadi, jika sedang merencanakan liburan ke Bali, sempatkanlah singgah di Kebun Raya Jagatnatha. Rasakan ketenangan yang menyatu dengan nilai budaya, sekaligus memperkaya wawasan tentang keanekaragaman hayati dan spiritualitas yang dijaga masyarakat Bali sejak lama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X