Menggigit Jaja Bendu, Kue Tradisional dari Jembrana Bali yang Sering Dihadirkan untuk Upacara Keagamaan

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Rabu, 23 Juli 2025 | 09:02 WIB
Foto kue tradisional Jembrana, Bali bernama jaja bendu. (Tangkapan layar YouTube Dapur Made)
Foto kue tradisional Jembrana, Bali bernama jaja bendu. (Tangkapan layar YouTube Dapur Made)

RIAUMAKMUR.COM - Bicara soal kuliner khas Jembrana, Bali, tak lengkap rasanya tanpa menyebut jaja bendu.

Kue tradisional yang dibungkus daun pisang ini tak hanya menggoda lidah, tapi juga menyimpan makna budaya yang mendalam.

Jaja bendu kerap hadir dalam berbagai upacara adat dan keagamaan.

Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Kue Putu dengan Kelapa Parut

Salah satunya adalah upacara Guru Piduka atau Bendu Piduka, ritual sakral yang dilakukan masyarakat Hindu untuk memohon keselamatan bagi umat manusia di bumi.

Tak hanya itu, upacara ini juga menjadi wujud permohonan ampun kepada leluhur atas kesedihan maupun kemarahan yang pernah terjadi.

Secara rasa, jaja bendu menawarkan kelezatan sederhana.

Kue ini terbuat dari tepung ketan dengan isian parutan kelapa dan gula Bali, menghasilkan cita rasa manis alami yang berpadu harmonis.

Baca Juga: Resep Kue Kering Putri Salju Ambyar Dimulut

Bungkus daun pisang memberi aroma khas sekaligus menjaga tekstur kue tetap kering.

Meski cocok dijadikan buah tangan, jaja bendu bukan kue yang bisa bertahan lama.

Umumnya hanya mampu bertahan satu hari di suhu ruang karena tanpa bahan pengawet. Karenanya, kue ini lebih pas dinikmati langsung setelah dibuat.

Menikmati jaja bendu paling nikmat ditemani secangkir teh atau kopi.

Perpaduan rasa manis dan aroma tradisionalnya mampu membawa kenangan pulang ke Jembrana, meski hanya lewat satu gigitan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X