Selain fisik, menjaga kesehatan mental sangat penting bagi keberlangsungan hidup seseorang. Setiap manusia memiliki struggle dan masalah dalam hidupnya.
Beberapa hal yang paling berpengaruh terhadap tingkat kesehatan mental seseorang adalah perubahan lingkungan yang mengubah aspek-aspek kehidupan. Salah satunya ialah dampak pandemi COVID 19.
Faktanya, dilansir dari charlottesweb, selama pandemi COVID 19 persentase depresi global telah meningkat sebanyak 25%. Ratusan juta orang atau 4% dari populasi dunia telah berusaha keluar dari depresi.
Dari data yang ditulis Richard D. Coffman tersebut, negara dengan jumlah penderita depresi tertinggi di dunia ialah Portugal. Sebanyak 8,79 persen penduduk negara yang terletak di bagian pesisir barat daya Benua Eropa ini harus mengalami depresi.
Tepat di bawah Portugal, ialah Selandia Baru. Negara kepulauan yang terletak di sebelah tenggara Australia itu berada di posisi dua dengan 8,04 persen.
Tidak jauh dari Selandia baru, di posisi tiga, adalah Brazil dengan 7,77 persen. Sementara di posisi empat sama-sama diisi Iran dan Irlandia. Sebanyak 7,62 persen penduduk di negara tersebut pernah mengalami depresi.
Lalu bagaimana dengan Indonesia? Dari data tersebut, sebanyak 3,70 persen penduduk tanah air pernah mengalami depresi dan berada di peringkat 148.
Meskipun tidak setinggi negara-negara lain, persentase tersebut berhubungan erat dengan kehidupan seseorang. Sehingga, sangat penting agar dapat menguranginya. Jika kamu mengenal seseorang atau bahkan kamu yang pernah mengalami depresi segeralah minta bantuan layanan profesional.