Puasa menjadi kewajiban ibadah bagi umat muslim di Bulan Ramadhan, kewajiban ini memberikan ragam manfaat kesehatan juga.
Bulan Ramadhan dengan menjalankan ibadah puasa bisa jadi momentum bagi penyembuhan penyakit maag loh!.
Pada saat berpuasa, kadar hormon gastrin dalam tubuh akan membantu menurunkan asam lambung. Adaptasi kondisi asam lambung juga biasanya terjadi pada awal puasa dan akan kembali normal pada minggu kedua apabila diikuti dengan pola berpuasa yang sehat.
Meski demikian, bagi pengidap penyakit lambung jangan abai dalam memperhatikan kesehatan lambung selama berpuasa.
Baca Juga: Bulan Ramdhan Jangan Lupa Olahraga, Ini Sejumlah Waktu Tepat Berolahraga
Mereka yang abai dengan kesehatan lambung saat berpuasa dapat memicu kondisi maag menjadi kronis yang biasanya ditandai dengan gejala seperti nyeri pada perut atas, sering mual dan muntah, perut kembung dan begah, nafsu makan menurun hingga penurunan berat badan.
Berbeda dengan maag akut yang sifatnya sementara, maag kronis identik terjadi berulang kali dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Jadi tetap hati-hati ya para pengidap maag.
Baca Juga: ZODIAK SCORPIO Hari Ini, Rabu 5 April 2023
Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS, menjelaskan kalau penderita maag harus berhati-hati selama awal puasa karena potensi terjadinya maag kronis lebih besar pada periode ini.
Maag kronis berbeda dari maag biasa karena kondisi luka dan peradangan pada dinding lambung sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan berulang-ulang. Dikondisi ini sakit maag dapat semakin parah selama bulan puasa apabila sering mengonsumsi makanan berminyak dan berlemak, serta minuman berkarbonasi.
Kebiasaan tidak makan sahur, makan berlebihan saat berbuka, serta stres dan kelelahan juga dapat memicu penyakit maag menjadi kronis.
Baca Juga: ZODIAK LIBRA Hari Ini, Rabu 5 April 2023
Perlu untuk diketahui bahwa penyakit maag yang telah kronis berpotensi memunculkan masalah kesehatan lain yang lebih serius, seperti Kanker Lambung, Kanker Kerongkongan, Penyempitan kerongkongan (striktur esofagus), Luka di kerongkongan (ulkus esofagus).
“Bagi penderita maag, menjaga pola makan yang tetap sehat dan teratur merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah risiko komplikasi," ujarnya.