RIAUMAKMUR.COM - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menilai prosesi Tepung Tawar sebagai suatu prosesi yang akan memberi daya tarik wisata.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Minggu (30/7/2023) mengatakan bahwa Tepung Tawar merupakan tradisi yang sangat sarat dengan kearifan budaya.
Ia meminta tradisi Tepung Tawar bisa dapat dilestarikan.
Baca Juga: Polres Kampar Amankan 4 Sepeda Motor Yang Digunakan Balap Liar
Tradisi Tepuk Tepung Mawar merupakan upacara adat Melayu Riau peninggalan raja-raja terdahulu.
Tradisi ini biasanya dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas terkabulnya satu keinginan atau usaha.
Penaburan "tepung tawar" diiringi dengan doa dan lantunan ayat-ayat suci Alquran.
Baca Juga: Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Bersinergi Lakukan Pemadaman Kebakaran Lahan di Kuala Kampar
Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan tradisi prosesi Tepung Tawar ini harus dilestarikan karena mengandung makna mendoakan keselamatan orang tersebut.
"Jadi ini harus kita pastikan dilestarikan yang merupakan bagian dari pada wisata edukasi," ujarnya.
Prosesi Tepung Tawar ini dilakukan Meparekraf saat berkunjung ke Desa Wisata Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Baca Juga: PIDI 4.0 Akselerasi Penerapan Digitalisasi Industri
Menparekraf melakukan prosesi Tepung Tawar di Balai Adat Indra Perkasa yang merupakan salah satu bangunan peninggalan sejarah di Pulau Penyengat.