hiburan

Antropolog Dua Negara Ini Lakukan Penelitian ke Tuyul dan Kuntilanak, Begini Hasilnya

Kamis, 4 Mei 2023 | 13:50 WIB
Ilustrasi kuntilanak (M Iqbal RM)

Di Indonesia, ada berbagai makhluk halus yang di percaya masyarakat. Beberapa makhluk halus yang terkenal di Indonesia diantaranya tuyul dan kuntilanak.

Menariknya, antropolog luar negeri melakukan penelitian, yakni antropolog Jerman, Timo Duile dan antropolog Amerika Serikat Clifford Geertz.

Timo Duile sendiri pernah mengungkap sejarah tentang kuntilanak di Indonesia. Sedangkan catatan penelitian mengenai tuyul, dilakukan oleh Clifford Geertz.

Penelitian Kuntilanak oleh Antroplog Jerman
Timo Duile telah mempublikasikan penelitiannya dalam Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia pada 2020 dengan judul "Kuntilanak: Ghost Narratives and Malay Modernity in Pontianak, Indonesia".

Penelitian tersebut bukan bertujuan untuk membuktikan keberadaan fisik kuntilanak, melainkan tentang kepercayaan masyarakat terhadap kuntilanak.

Timo menjelaskan jika kuntilanak tidak hanya menjadi ikon budaya di Indonesia, namun juga dikenal di beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, serta bagian selatan Filipina dan Thailand.

Disebutkan Timo, menggunakan tiga jenis narasi yakni narasi kuntilanak dalam budaya populer (seperti yang digambarkan dalam novel dan film horor), cerita rakyat Melayu, dan mitos pendiri kota.

Narasi kuntilanak ini sebagian besar didasarkan pada cerita yang dikumpulkan selama kunjungan kerja lapangan selama enam bulan pada tahun 2014.

Penelitian yang digunakan Timo adalah pendekatan objek seputar manusia dan roh, terutama dalam sudut pandang orang-orang di Pontianak, Kalimantan Barat.

Dalam temuannya, disebutkan bahwa orang-orang Pontianak mengklaim kotanya didirikan dengan menggusur kuntilanak, yang mendiami pertemuan sungai Kapuas dan Landak sebelum Kota Pontianak dibangun.

Dulunya, daerah itu masih rawa-rawa dan hutan lebat. Kemudian ada yang mengklaim bahwa nama 'Pontianak' berasal dari bahasa Melayu po(ho)n ti(nggi), yang berarti 'pohon tinggi'.

Oleh karena itu, di kemudian hari muncul narasi kuntilanak yang sering dihubungkan dengan pohon tinggi di pedesaan Kalimantan Barat.

"Artikel ini membahas hantu Kuntilanak/Pontianak, sejenis vampir yang tidak hanya menghantui ingatan kolektif orang-orang di ranah Melayu, tetapi juga berperan penting bagi kota Pontianak (ibu kota provinsi Kalimantan Barat di Indonesia) sebagai roh pengusir yang menghantui, menakutkan, dan tidak ada," ungkap Timo dalam jurnalnya.

Sementara itu, peneliti Amerika melakukan kajian antropologi klasik mengenai agama di Jawa dengan menghasilkan buku berjudul "Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa."

Halaman:

Tags

Terkini