RIAUMAKMUR.COM - Pihak Kepolisian kembali melakukan upaya represif dan supporter sepakbola kembali merusuh karena tidak terima kekalahan menyerupai apa yang terjadi di Tragedi Kanjuruhan.
Pihak Kepolisian turun menghadapi masa supporter dengan menggunakan tembakan gas air mata.
Peristiwa ini terjadi usai laga antara Gresik United vs Deltras Sidoarjo, Minggu 19/11/2023.
Peristiwa bermula dari supporter pendukung kedua kesebelasan saling bentrok usai laga antara kedua kesebelasan.
Supporter Gresik United tidak terima atas hasil yang didapat.
Bentrok yang terjadi diwarnai dengan aksi lempar batu dan menanggapi itu pihka Kepolisian menghalau dengan tembakan gas air mata.
Baca Juga: Terima AMI Award, Raim Laode Tidak Mau Terlalu Bahagia
Bentrok ini terjadi di depan pintu masuk VIP dan parkiran Stadion Gelora Joko Samudro.
Tak hanya itu upaya penghalauan dengan menggunakan tembakan gas air mata sampai ke jalan dimana banyak warga melintas.
Karena peristiwa ini tercatat sejumlah orang menjadi korban.
Baca Juga: Ariel NOAH dan Raffi Ahmad Bakal Duel Desember 2023? Tanding Apa?
"Ada 17 suporter, 11 polisi, total 28. Kita cek semua, sebagian besar sudah bisa pulang," ujar Panpel Gresik United, Muhammad Syamsud Dluha.
Video peristiwa ini tersebar luas di media sosial.
Kanjuruhan jadi trending topik di X sebelumnya bernama Twitter.