Kejuaraan dunia beregu campuran atau Sudirman Cup edisi ke-18 akan berlangsung pada 14-21 Mei di Suzhou, China. Kali ini, Indonesia tergabung di Grup B bersama Thailand, Jerman dan Kanada.
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pun telah merilis daftar nama atlet yang akan berlaga di Suzhou. Diantaranya ada nama-nama populer seperti Jonatan Christie, Anthony Ginting, Fajar/Rian, Marcus/Kevin, Gregoria Mariska, dan sebagainya.
Lalu, bagaimana dengan kekuatan Thailand yang merupakan lawan terberat Indonesia di fase grup Sudirman Cup 2023?
Meski Thailand belum mengumumkan skuad resmi, namun pihak Badminton Association of Thailand (BAT) diprediksi akan menurunkan pemain-pemain terbaiknya.
Di partai pembuka, tunggal putra, Jonatan Christie atau Anthony Sinisuka Ginting kemungkinan akan berhadapan dengan wonder kid Thailand berusia 22 tahun, Kunlavut Vitidsarn.
Secara head to head, kedua atlet andalan Indonesia tersebut sama-sama memiliki lima kali rekor pertemuan dengan Kunlavut. Namun, rekor pertemuan Jonatan lebih baik daripada Ginting. Juara Asian Games 2018 itu berhasil menang tiga kali dan dua kali kalah. Pertemuan terakhir keduanya terjadi di Korea Open 2022. Saat itu, Jonatan mengalahkan Kunlavut dengan skor 21-8, 17-21 dan 19-21.
Sedangkan rekor pertemuan Ginting dengan Kunlavut juga cukup berimbang. Namun, pertemuan terakhir keduanya terjadi di turnamen India Open 2023. Kala itu, Ginting harus kalah dengan skor 27-25 dan 21-15, sehingga head to head menjadi milik Kunlavut dengan keunggulan 3-2.
Di sektor tunggal putri, andalan Indonesia Gregoria Mariska Tunjung diprediksi akan bertemu juara dunia 2013 asal Thailand, Ratchanok Intanon. Meski saat ini Intanon belum tampil prima pasca cedera yang dideritanya, Gregoria Mariska harus ekstra keras jika ingin mengalahkan Intanon. Pasalnya, dari 8 kali pertemuan sebelumnya, pebulutangkis yang akrab disapa Jorji ini belum pernah menang sekalipun.
Selanjutnya, di sektor ganda putra, Indonesia harus bisa mengamankan poin untuk memudahkan langkah tim di partai selanjutnya. Meskipun tim Thailand tidak memiliki ganda putra di ranking 10 besar dunia, namun perjuangan mereka tak boleh dianggap remeh. Fajar/Rian diprediksi akan diturunkan untuk melawan tim gajah putih.
Sedangkan lawannya, tim Thailand kemungkinan akan menurunkan pemain muda. Pada Badminton Asia Team Mix Championship (BAMTC) di Dubai beberapa waktu lalu, ganda putra Thailand diwakili oleh Pharanyu Kaosamaang/Worrapol Thongsa-Nga.
Untuk sektor ganda putri, Indonesia akan mengandalkan pasangan nomor 4 dunia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Sementara tim Thailand diprediksi menurunkan Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai atau Puttita Supajirakul/Supissara Paewsampran. Sebab, dua ganda Thailand lainnya, Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard dan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai akan mengikuti ajang SEA Games.
Terakhir, di sektor ganda campuran, Thailand memiliki dua ganda kuat yang bisa diturunkan melawan Indonesia. Yaitu juara dunia 2021 Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dan Supak Jomkoh/Supissara Paewsampran.
Kedua pasangan Thailand tersebut memiliki rekor bagus saat melawan ganda campuran pertama Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Dari 4 pertemuan, Dechapol/Sapsiree menang telak 4-0. Pertemuan terakhir terjadi di BWF Tour Final 2022 dengan skor 22-24, 21-16 dan 14-21.
Sementara itu, dari catatan BWF, pertemuan antara Jomkoh/Supissara dan Rinov/Pitha telah terjadi sebanyak tiga kali. Dua dimenangkan oleh ganda Thailand, dan pada Malaysia Masters 2022, Rinov/Pitha berhasil memangkas rekor head to head menjadi 1-2.
Meski Thailand merupakan lawan terberat, skuad Indonesia tentu tidak boleh meremehkan kekuatan Jerman dan Kanada.
Partai Indonesia vs Thailand di Sudirman Cup 2023 sendiri akan menjadi pertandingan terakhir di fase grup. Laga tersebut akan berlangsung pada 18 Mei mendatang.