teknologi

Samsung Innovation Campus Cetak 4.500+ Ahli Coding & AI, Dukung SDM Digital Indonesia

Selasa, 25 Februari 2025 | 08:32 WIB
Peserta Samsung Innovation Campus sedang berdiskuksi mengenai bahan materi pelatihan coding & programming.

Serta bagaimana integrasi keduanya dapat meningkatkan otomatisasi, efisiensi, serta pengambilan keputusan.

Untuk mengasah keterampilan dalam menciptakan solusi berbasis AI untuk pemrosesan gambar dan video, peserta diperkenalkan dengan Computer Vision dan Generative AI, termasuk penggunaan software Python serta platform kecerdasan buatan Gemini.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan secara mendalam dengan berbagai teknik integrasi AI ke IoT, termasuk peningkatan respons AI dengan RAG, penggunaan Fine-Tuning, penerapan model machine learning dalam aplikasi interaktif menggunakan Streamlit, serta cara menghubungkan data perangkat IoT dengan AI.

Samsung berkomitmen untuk terus memberikan pelatihan kepada guru dan dosen untuk memastikan transfer ilmu yang berkelanjutan kepada siswa dan menciptakan ekosistem pendidikan teknologi yang mandiri.

“Samsung Innovation Campus adalah komitmen nyata kami dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mampu menjadi inovator yang dapat bersaing di tingkat global," kata Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.

Ia percaya bahwa dengan akses ke pendidikan yang berkualitas, mereka dapat menciptakan solusi inovatif dan membawa perubahan, khususnya di dunia teknologi.

Ia juga bangga dapat mendukung para tenaga pendidik dalam mengembangkan ekosistem literasi digital yang berkelanjutan.

"Sehingga pembelajaran yang adaptif dan berbasis teknologi dapat terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi masa depan Indonesia,” ucapnya.

Saat ini, SIC Batch 6 telah menyelesaikan pembelajaran Stage 2, yang berlangsung dari 25 Januari hingga 22 Februari 2025.

Dalam tahap ini, peserta dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, tidak hanya melakukan praktik langsung (hands-on) melalui simulator, tetapi juga diberikan IoT Kit secara fisik untuk mendukung eksploitasi dan pendalaman materi IoT secara mendalam.

Tak hanya itu, pada awal pelaksanaan program ini, peserta memulai pembelajaran dengan pengenalan konsep dasar Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).

Materi ini menjadi landasan bagi peserta untuk memahami konsep dasar serta aspek teknis dari AI dan IoT.

Dari 4.509 peserta yang lolos ke Stage 1 setelah disaring dari puluhan ribu pendaftar, sebanyak 3.634 hadir aktif.

Rata-rata skor pre-test mereka mencapai 77,47, lalu meningkat menjadi 93,09 pada post-test, mencerminkan efektivitas metode pengajaran berbasis praktik dalam program ini.

“Di Stage 1, saya belajar banyak tentang bagaimana mengidentifikasi masalah nyata, merancang solusi berbasis teknologi, dan mengintegrasikan IoT dengan AI untuk menciptakan inovasi yang berdampak positif untuk banyak orang,” ucap Retsi Andari Rusli, peserta SIC Batch 6 kategori universitas.

Halaman:

Tags

Terkini

Transaksi Cepat Tanpa Tunai? Begini Plus Minus QRIS

Minggu, 7 September 2025 | 09:38 WIB