teknologi

Para Astronom Heran Ada Bintang Melahap Planet, Ini Bisa Jadi Awal Kehancuran Alam Semesta

Sabtu, 6 Mei 2023 | 16:27 WIB
Para Astronom Heran Ada Bintang Melahap Planet, Ini Bisa Jadi Awal Kehancuran Alam Semesta

PARA astronom perlahan mulai percaya dengan segala kemungkinan potensi kehancuran alam semesta setelah pertama kalinya mereka menyaksikan ada bintang yang melahap planet.

Bintang yang digambarkan mirip dengan matahari itu melahap sebuah planet di gugusan tata surya, dan ini menjadi pemandangan teraneh yang pernah terjadi, karena akan menjadi awal kehancuran alam semesta.

Berkaca dari fenomena tak biasa ini, para astronom mungkin akan bisa menjelaskan tentang nasib alam semesta ke depannya, dan kondisi itu sangat mungkin akan menimpa bumi.

Kejadian ini bisa menjelaskan nasib yang akan menimpa Bumi dalam waktu sekitar empat miliar tahun ketika matahari yang sekarat membengkak untuk menelan dunia kita. 

Kishalay De, astrofisikawan di Massachusetts Institute of Technology menjelaskan, selama beberapa dekade, para ilmuwan telah mendeteksi bukti bintang sebelum dan tak lama setelah memakan planet lain. 

Namun, para peneliti belum pernah menangkap bintang yang sedang beraksi memakan planet sampai sekarang. 

“Penenggelaman planet telah menjadi prediksi mendasar dalam pemahaman tentang bintang dan planet, tetapi frekuensinya sangat tidak pasti. Jadi, menemukan peristiwa yang berpotensi langka untuk pertama kalinya selalu menarik,” kata De dari laman scientificamerican

Para astronom menemukan bahwa ketika matahari dan bintang-bintang menjelang akhir hidupnya, mereka mulai menghabiskan sumber bahan bakar utama, hidrogen di dekat intinya. 

Ini menyebabkan inti mereka berkontraksi dan kulit terluar mengembang dan mendingin. Selama fase raksasa merah ini, bintang-bintang ini dapat mengepul dari 100 hingga 1.000 kali diameter aslinya, dan menelan planet-planet yang mengorbit dekat. 

“Sejujurnya, salah satu kejutan terbesar bagi saya adalah menemukannya sejak awal,” lanjut De.

Berdasarkan sifat ledakannya, para astronom memperkirakan peristiwa tersebut melepaskan hidrogen setara dengan 33 kali massa Bumi, serta sekitar 0,33 massa debu Bumi. 

Dari sini, mereka memperkirakan bintang nenek moyang berukuran sekitar 0,8 hingga 1,5 kali massa matahari dan planet yang ditelan sekitar 1 hingga 10 kali massa Jupiter. 

Bumi diperkirakan akan mengalami nasib serupa ketika matahari menjadi raksasa merah dalam waktu sekitar 5 miliar tahun.

“Apalagi Bumi jauh lebih kecil dari planet seperti Jupiter, jadi penemuan peristiwa ini sangat penting dalam perspektif manusia,” ujarnya.***

Tags

Terkini

Transaksi Cepat Tanpa Tunai? Begini Plus Minus QRIS

Minggu, 7 September 2025 | 09:38 WIB