Project S yang kini tengah diuji coba di Inggris itu, akan sangat ‘memukul’ produk lokal.
Pola kerja Project S, TikTok akan menjajakan produk-produk di dalam platformnya yang mana selama ini disediakan khusus bagi para pedagang di China.
Tak lepas di situ saja, TikTok juga akan mengiklankan produknya dengan menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna, atau seperti cara kerja algoritma.
Teten menilai, seharusnya platform digital tidak seharusnya menjual produknya sendiri. Apalagi, platform tersebut berasal dari luar negeri.
"Kalau mereka jualan barang juga algoritma mereka akan mengarahkan kepada produk-produk mereka. Sehingga konsumen di pasar digital hanya akan beli produk-produk milik atau afiliasi bisnis mereka," tutur Teten.***