Subsektor yang mengalami kontraksi pada September ini adalah Industri Tekstil, Industri Pakaian Jadi, Industri Kayu, Barang Kayu dan Gabus, Industri Barang Galian Bukan Logam, Industri Furniture dan Industri Pengolahan Lainnya.
Untuk Industri Barang Galian Bukan Logam kontraksi tersebut disebabkan oleh penurunan produksi industri kaca dan keramik, sedangkan untuk industri semen dilaporkan mengalami peningkatan produksi.
"Meski masih ekspansi dan sebagian besar pelaku usaha masih optimis terhadap kondisi enam bulan ke depan, tingkat pesimisme pelaku usaha cukup menghawatirkan pada September ini. Pelaku usaha yang menyatakan pesimis bertambah 2,4 persen yaitu sebesar 11,6 persen," tambah Febri.
Baca Juga: Pemprov Riau Gelontorkan Rp57 Miliar untuk Beasiswa, Ini Rinciannya
Ini disebabkan ketidakpastian di pasar global. Selain itu adanya kenaikan harga energi juga meningkatkan tingkat pesimisme pelaku usaha.
Dilihat dari variabel pembentuknya, variabel pesanan baru, dan produksi mengalami ekspansi. Meskipun jika dilihat data impor bahan baku/penolong pada bulan Agustus mengalami penurunan 4,13 persen dibanding bulan sebelumnya, serta impor barang modal turun 4,55 persen.
Sebaliknya variabel Persediaan Produk mengalami kontraksi. Terjadi penurunan nilai indeks pada variabel Persediaan Produk dari 51,85 menjadi 47,40.
Jika dilihat nilai IKI per subsektornya, pada Industri Pengolahan Lainnya terpantau terkontraksi semakin dalam. Hal ini dikarenakan penurunan ekspor produk di pasar tradisional, dengan kondisi pasar tradisional tujuan ekspor seperti Cina, Amerika, dan Eropa mengalami perlambatan ekonomi.
Beberapa produk telah beralih mencari pasar baru, seperti industri bulu mata palsu, dan industri alat musik.
Kementerian Perindustrian berupaya mengikutsertakan industri tersebut dalam pameran luar negeri.
Baca Juga: 8 Sayuran Ini Bermanfat untuk Memperlancar Produksi ASI, Selalu Sediakan di Dapur Ya
Meskipun demikian, industri perhiasan masih mengalami ekspansi dan memiliki kontribusi ekspor yang tinggi selain alat musik tradisional, dan mainan anak.
Artikel Terkait
Temui Gubri, Konjen India Bicarakan Investasi Bidang industri dan Kebudayaan
Seskab: Hilirisasi Industri Bawa Efek Berganda Bagi Perekonomian Indonesia
PIDI 4.0 Akselerasi Penerapan Digitalisasi Industri
Industri Pariwisata Riau Bangkit dengan TPK Hotel Berbintang yang Meningkat di Juni 2023
Industri Pariwisata Riau Bangkit, Juni 2023 TPK Hotel Berbintang Meningkat
Industri Manufaktur Masih Menjadi Pemberi Kontribusi Terbesar Ekonomi Nasional
Industri Teh Artisan Indonesia Berpeluang Berkembang Dengan Inovasi
Transaksi SiKA Syariah di ICDX Dapat Respon Positif dari Pelaku Industri Perbankan
Jaga ZAPIN Kejati Riau Gandeng Kabupaten/Kota Se-Riau, Jaga Industri Perkebunan Sawit
OJK: Industri Jasa Keuangan Riau Stabil dan Terjaga