5.600 Hektare Lahan Sawit Riau Siap Untuk Dilakukan Tumpang Sari

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Rabu, 22 November 2023 | 18:44 WIB
Kepala Dinas Perkebunan Riau pukul gong di acara FGD Samade bicarakan soal sawit, Disitu ia sebut ada 5.600 hektare lahan bisa di tumpang sari (Ikhwan RM)
Kepala Dinas Perkebunan Riau pukul gong di acara FGD Samade bicarakan soal sawit, Disitu ia sebut ada 5.600 hektare lahan bisa di tumpang sari (Ikhwan RM)

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Dinas Perkebunan Provinsi Riau mendata kebun sawit di Riau yang dimungkinkan untuk dilakukan tumpang sari.

Dari pendataan yang dilakukan 5.600 hektare lahan kebin sawit dinyatakan dapat diberlakukan sistem tumpang sari.

"Seharusnya bisa ebih, tapi lantaran waktu pendataan yang cenderung singkat maka hanya terdata sebanyak 5.600 hektar itu," ujar Zulfadli saat gelaran FGD Samade," Selasa (21/11).

Baca Juga: Anak Aktif, Mengapa Mereka Cenderung Nakal?

Menurutnya pendataan ini dilakukan sebagai antisipasi bencana ekonomi.

"Sejatinya program ini dijalankan untuk mengantisipasi bencana ekonomi dimana harga sawit tidak menentu," sebutnya.

Ia mengatakan pemerintah pusat saat ini tengah menggodok program bantuan untuk program tumpang sari tersebut.

Baca Juga: Cara Membuat Cat, Proses dan Bahan yang Dibutuhkan

"Program ini tertuang dalam Permentan nomor 03 yang saat ini tengah digodok pemerintah pusat. Mudah-mudahan jika Permentan ini diberlakukan, tahun 2024 mendatang Riau mendapat bantuan tumpang sari ini," jelasnya.

Tumpang sari merupakan sebuah sistem penanaman dimana melibatkan dua varietas berbeda dari satu areal lahan.

Pada program tumpang sari sawit ini tanaman seperti jagung, pisang, keladi, singkong bisa dilakukan penanaman.

Baca Juga: Dinilai Tak Sesuai, Gaya Rambut Zhao Lusi di Drama The Legend of Jewelry Ini Diprotes Penggemar

Dengan cara ini penghasilan petani bisa jadi lebih maksimal.

Terkait dengan program tumpang sari di kebun sawit ini, Sekretaris Komisi V DPRD Riau, Syamsurizal menyebut akan program tersebut bisa menjadi harapan petani.

"Harga kelapa sawit itu tidak ada yang menjamin terus tinggi. Untuk itu petani harus siap jika terjadi bencana ekonomi tadi," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X