Dengan digelarnya pelatihan ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal pengembangan tenun sebagai produk unggulan Pelalawan. Terlebih mengingat di Pelalawan belum ada rumah produksi tenun.
"Saat ini kita perlu mendorong sumber ekonomi baru berdasarkan penguatan kreatifitas budaya lokal, karena akan lebih sustainable karena melekat dengan budaya setempat. Tenun salah satunya," jelas Leo.
Dia berharap nantinya tenun juga berkembang baik di Pelalawan, seperti batik yang sudah menciptakan lapangan kerja yang luas di berbagai daerah di Riau. Terutama untuk anak-anak muda dan wanita, sebagai langkah empowering women.
"Program CD senantiasa mendorong terjadinya perubahan ke arah yang lebih positif. Tujuan pelatihan tenun yang digelar CD RAPP adalah untuk menciptakan sumber income, mendorong terciptanya lapangan kerja. Khususnya bagi masyarakat miskin ekstrem di sekitar operasional perusahaan. Hal ini sejalan dengan komitmen APRIL 2030, kemajuan inklusif," jelas Leo.
Pelatihan tenun di Rumah Tenun Wan Fitri awalnya meliputi pemahaman soal tekni menenun. Proses selanjutnya adalah rangkaian panjang berisi cita-cita dan harapan bersama demi perekonomian yang lebih baik.
"Pelatihan soal teknik ini baru salah satu support, selanjutnya akan ada coaching dari tim CD dan pihak Rumah Tenun Wan Fitri untuk memastikan para peserta bisa konsisten menenun. Selanjutnya kita bantu untuk pengembangan ke pasar. Bisa dipasok ke Rumah Tenun Wan Fitri dan ke pasar lokal, seperti ke masyarakat saat acara-acara, atau ke pihak RAPP, dan pemerintahan juga," jelas Leo lagi.
Lebih jauh ke depannya, para peserta akan dibantu juga untuk hal akses ke pembiayaan guna mendukung usaha tenun ini. Namun tak sampai di situ, nantinya para peserta juga diharapkan mampu menciptakan motif baru refleksi budaya lokal dengan filosofi khas daerah Pelalawan.
"Promosi tenun sebagai budaya lokal Pelalawan memang menjadi tantangan. Namun kita harus optimis pada terciptanya tenun khas Pelalawan ke depan nantinya," sambung Leo.
Para peserta diyakini adalah orang-orang yang siap menjalani tahapan demi tahapan dengan baik. Karena mereka telah melewati tahap seleksi bertahap.
"Kita sudah seleksi sedemikian rupa. Para peserta adalah orang-orang yang memiliki motivasi kuat dan dukungan keluarga untuk mengikuti pelatihan ini. Orang-orang yang benar-benar ingin mengubah perekonomian menjadi lebih baik," tutup Leo.
Artikel Terkait
Carmen Lahirkan Bayi Gajah Jantan di Unit Konservasi Gajah Estate Ukui RAPP Pelalawan, Ini Penampakannya
Teken MoU dengan Koperasi Karyawan RAPP, Pegadaian Area Pekanbaru Tawarkan Beragam Produk dan Layanan
Sambangi RAPP, Stafsus Menkumham Sosialisasikan Pentingnya Kekayaan Intelektual
Layanan Eazy Passport Hadir di Kompleks RAPP, Karyawan Antusias Urus Paspor
RAPP Terima Penghargaan Perusahaan Peduli Stunting
Bus PT RAPP Bawa 45 Penumpang Masuk Jurang, 1 Penumpang Tewas
Level Air Sungai Kampar Meningkat, Besok Jalan Koridor RAPP Ditutup Sementara
RAPP Kembali Gelar Lomba Anugerah Jurnalistik 2023, Bertema Green Energy