Optimalkan Pemanfaatan Gas Bumi, PGN Catat Kinerja Positif pada Semester I 2024

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Rabu, 18 September 2024 | 14:11 WIB
Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko.
Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko.

Pada periode ini, EBITDA tercatat stabil di angka USD 578 juta, didukung oleh penurunan laba selisih kurs dan beban penyusutan.

Baca Juga: Anggar Riau Sukses Raih 3 Emas, Penuhi Target di PON XXI Aceh - Sumut

EBITDA terdiri dari 75% kontribusi segmen niaga gas, transmisi gas, dan lainnya, serta 25% dari segmen hulu.

Bisnis niaga gas dan transmisi memberikan kontribusi sebesar 73% terhadap pendapatan perusahaan, 11% dari lini bisnis hulu (upstream), dan 16% dari lini bisnis lainnya.

Mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam investasi di tengah dinamika ekonomi nasional dan global, pada Semester I 2024, belanja modal PGN mencapai USD 70 juta dengan penyerapan 44% oleh segmen downstream dan lainnya, serta 56% oleh segmen hulu.

Ke depan, PGN akan mengandalkan infrastruktur pipa serta infrastruktur gas bumi beyond pipeline untuk optimalisasi pemanfaatan gas bumi.

Namun, ketidakseimbangan antara supply dan demand mempengaruhi pencapaian segmen niaga gas bumi.

Penurunan volume pasokan gas pipa akibat penurunan alami kondisi sumur di wilayah Sumatera dan Jawa serta libur Lebaran pada kuartal II 2024 menjadi tantangan yang harus diantisipasi dengan menambah pasokan gas dari LNG.

"Perusahaan terus menjalankan strategi yang sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi. Oleh karena itu, kami melakukan sejumlah inisiatif, termasuk membangun dan menambah infrastruktur gas bumi yang terintegrasi untuk memperluas segmen pengguna," tambah Arief.

Arief menambahkan bahwa berbagai inisiatif tersebut akan mendukung kehandalan bisnis utama perusahaan secara berkelanjutan dan jangka panjang.

PGN juga terus berinovasi dan mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, termasuk menghadirkan LNG di tengah menurunnya pasokan alami gas bumi di beberapa sumur eksisting.

PGN telah menyiapkan pengembangan infrastruktur utama untuk periode 2025-2027 guna memastikan pertumbuhan bisnis perusahaan.

Di tengah situasi yang menantang, PGN memanfaatkan momentum perbaikan ekonomi, percepatan transisi energi, dan pengembangan segmen bisnis yang mendukung penurunan emisi karbon.

Peningkatan penggunaan LNG tercermin dari pencapaian regasifikasi gas LNG melalui Terminal Use Agreement (TUA) FSRU Lampung.

Volume penyaluran gas mencapai 65 BBTUD, meningkat 76% dibandingkan periode Januari-Juni 2023, seiring dengan pemenuhan kebutuhan pelanggan dan optimasi FSRU Lampung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X