RIAUMAKMUR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau terus memperkuat peran edukasi keuangan di tengah masyarakat.
Kali ini, OJK menyasar kalangan perempuan pelaku usaha mikro dalam kegiatan Literasi Keuangan Usaha Mikro (UMi) bertajuk "Ibu Mekaar Hebat, Ekonomi Kota Dumai Kuat" yang digelar oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Kota Dumai.
Kegiatan ini menjadi ruang pemberdayaan sekaligus pembekalan penting bagi para pelaku usaha ultra mikro, terutama ibu-ibu yang selama ini berperan sebagai penggerak utama ekonomi keluarga.
Kepala OJK Provinsi Riau, Triyoga Laksito, dalam sambutannya menegaskan pentingnya literasi keuangan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.
“Edukasi ini penting agar pelaku usaha mikro tidak hanya mampu mengembangkan usahanya, tetapi juga memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk kejahatan keuangan yang kian kompleks,” ujarnya dirilis Senin (14/7/2025).
Ia juga menyoroti hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan kesenjangan cukup besar antara tingkat literasi keuangan (66,46%) dan tingkat inklusi keuangan (80,51%).
“Artinya, masyarakat sudah menggunakan produk keuangan, tetapi belum sepenuhnya paham manfaat dan risikonya. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk terus mendorong edukasi,” jelas Triyoga.
Wali Kota Dumai melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Syahrinaldi, turut mengapresiasi kegiatan ini dan menilai perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memiliki peran sentral dalam ekonomi keluarga.
“Dengan pengetahuan yang cukup, ibu-ibu tidak hanya bisa mengatur keuangan rumah tangga, tapi juga mengembangkan usaha yang menopang ekonomi kota secara keseluruhan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PT PNM, Octo Wibisono, menambahkan bahwa program Mekaar tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga pendampingan berupa literasi dan pembinaan.
“Keberhasilan usaha ibu-ibu Mekaar sangat ditentukan oleh pemahaman mereka dalam mengelola keuangan. Kami ingin mereka menjadi pelaku usaha yang tidak hanya tangguh secara finansial, tapi juga mampu membawa perubahan positif bagi keluarganya,” ungkap Octo.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 500 pelaku usaha mikro se-Kota Dumai serta dihadiri berbagai pihak, mulai dari jajaran pemerintah daerah, pelaku industri jasa keuangan, hingga asosiasi usaha.
Ke depan, OJK Riau berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Provinsi Riau.
Artikel Terkait
Demi Memajukan UMK, 100 Nasabah PNM Mekaar Pekanbaru Terima NIB dari Kemeninves
Beli Produk Nasabah Mekaar, Presiden: Sangat Bagus dan Kompetitif
Presiden Jokowi Apresiasi Sambutan Baik UMKM Terhadap Program Mekaar
PNM Dampingi Ratusan Nasabah PNM Mekaar Daftar Izin Edar BPOM
Nasabah PNM Mekaar Mengajar dan Berkarya, Mewujudkan Impian di Bantar Gebang
Presiden RI Luncurkan Layanan Bank Emas, OJK Harap Ekosistem Bulion Makin Kuat
Pelajar Kepulauan Meranti Antusias Menabung, Program KEJAR OJK Riau Capai 56.693 Rekening
Momen Ramadan, OJK Riau Dorong Keuangan Syariah Lewat GERAK Syariah 2025
OJK Riau Tegaskan Aturan Penagihan Debt Collector: Harus Sesuai Hukum dan Tidak Boleh Pakai Kekerasan
OJK Riau Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Sektor Keuangan, Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif
OJK Riau Siapkan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Finansial Lewat Bootcamp Duta Literasi Keuangan 2025
OJK Riau Umumkan Pemenang Duta Literasi Keuangan 2025, Siapa Saja Mereka?
OJK Sosialisasikan Tindak Pidana Jasa Keuangan kepada LJK dan Aparat Hukum di Riau
OJK Perkuat Peran Penyidikan untuk Jaga Kepercayaan di Sektor Jasa Keuangan
OJK Riau Dorong ASN Siak Melek Keuangan, Tekankan Hindari Investasi Ilegal