19 Rekomendasi Saham Untuk Cari Cuan, Ada Banyak Sentimen Positif Pekan Ini

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Senin, 3 April 2023 | 17:03 WIB
Ingin Berinvestasi di Saham? Yuk Kenali 5 Jenis Saham yang Cocok untuk Investor Pemula.(Freepik)
Ingin Berinvestasi di Saham? Yuk Kenali 5 Jenis Saham yang Cocok untuk Investor Pemula.(Freepik)

Terkait data inflasi, Mino menjelaskan pada Februari 2023 angka inflasi tercatat sebesar 5.47 persen lebih tinggi dari sebelumnya dan konsensus yang masing-masing sebesar 5.28 persen dan 5.42 persen. Sementara itu inflasi inti tercatat turun menjadi 3.09 persen dari sebelumnya 3.27 persen.

“Menurut konsensus, inflasi Maret diprediksi akan naik 0.27 perse mom/ 5.07 persen yoy. Jika sesuai dengan konsensus maka akan semakin menguatkan peluang kembali dipertahankannya suku bunga acuan di level 5.75 persen pada pertemuan BI 19 April nanti," jelasnya.

Terkait data cadangan devisa, imbuhnya, pada Februari 2023 lalu jumlah cadangan devisa mengalami kenaikan tipis menjadi US$140.3 miliar dari sebelumnya US$139.4 miliar. Kenaikan tersebut karena adanya penerimaan pajak dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Baca Juga: Penting, Penjelasan Berikut Akan Meluruskan Persepsi Kita Tentang Hijrah

"Semakin besar cadangan devisa tentunya akan sangat positif untuk menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika dan memperkuat alasan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan," ucapnya.

Terkait potensi penguatan nilai tukar Rupiah, ia menegaskan angkanya cukup positif. Kalau dilihat data terakhir Rupiah di bawah Rp15.000. Ini tidak terlepas dari nilai Dollar Index atau nilai tukar US Dollar terhadap mata uang utama lainnya. Trennya turun dan ini berkah bagi Rupiah karena nilai tukarnya menjadi menguat.

Sementara itu sejumlah sentimen eksternal yang bakal menggerakkan market pada pekan ini yakni pemangkasan produksi minyak mentah oleh OPEC, data manukfaktur, klaim pengangguran pertama dan non-farm payrolls.

Mino menjelaskan pada Februari 2023 indeks manufaktur di Amerika masih berada pada area kontraksi untuk keempat kalinya secara berturut-turut yaitu berada pada level 47.7 persen, meskipun demikian angka tersebut dari sebelumnya 47.4 persen.

"Menurut konsensus ISM Manufacturing PMI pada bulan Maret akan turun ke level 47.5 sehingga berpeluang menguatkan ekspektasi tidak dinaiknya suku bunga acuan oleh The Fed pada pertemuan awal Mei nanti," bebernya.

Ditambahkan Mino terkait sentimen klaim penganguran pertama, pada periode yang berakhir pada 25 Maret 2023 jumlah klaim pengangguran pertama untuk jangka waktu mingguan tercatat sebanyak 198,000 naik sebanyak 7,000 dari sebelumnya. Klaim pengangguran tersebut juga lebih tinggi dari konsensus 196,000.

Sentimen terakhir dari eksternal yakni non-farm payrolls yang pada Februari 2023 tercatat bertambah sebanyak 311,000 turun cukup banyak dari sebelumnya 504,000. Sementara itu tingkat pengangguran meningkat menjadi 3.60 persen dari sebelumnya 3.40 persen karena meningkatnya tingkat partisipasi angkatan kerja.

"Menurut konsensus pada bulan Maret hanya akan ada penambahan jumlah pekerja sebanyak 238,000 dengan tingkat pengangguran tetap di level 3.60 persen," terangnya.

Nah, tertopang banyak sentimen domestik dan eksternal ini, Mino pun merekomendasikan buy untuk trading pada 19 saham selama 4 hari ke depan hingga 6 April 2023 karena terpotong libur peringatan Kenaikan Isa Almasih pada Jumat, 7 April 2023.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X