Nilai ini menurun dibanding tahun 2017 mencapai USD 19,72 juta.
Jumlah itu kian turun setelah pengenaan BMAD yang diberlakukan oleh pemerintah Australia.
Menurut Natan, akses pasar produk kertas A4 yang berkualitas merupakan faktor penting yang mengindikasikan bahwa penduduk Australia memerlukan ketersediaan produk di maksud di pasar Australia.
Dikenakannya BMAD akan membuat penduduk Australia kehilangan akses terhadap kertas A4 yang banyak dibutuhkan di sana.
“Seyogianya Indonesia dapat memanfaatkan momen ini karena produk Indonesia memiliki daya bersaing yang kuat di pasar Australia,” tambahnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, total perdagangan Indonesia-Australia pada periode Januari-Februari 2023 mencapai USD 1,71 miliar.
Nilai ini naik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2022 sebesar USD 1,68 miliar.
Sedangkan total perdagangan kedua negara meningkat dalam beberapa tahun terakhir yaitu tahun 2022 sebesar USD 13,33 miliar, tahun 2021 USD 12,65 miliar, serta tahun 2020 sebesar USD 7,15 miliar.***