Ada Tiga Sentimen Negatif IHSG Pekan Ini, Beberapa Rekomendasi Saham Pekan Ini

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Selasa, 23 Mei 2023 | 08:00 WIB
Charting Saham
Charting Saham

RIAUMAKMUR.COM - Pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertatih-tatih untuk bangkit dan ditutup dalam kondisi terkoreksi sebesar -0,1% dengan penurunan terdalam disumbang energi sebesar -5,6%, sektor transportasi dan logistik -4,0% dan sektor barang baku sebesar -3,4%. Dari 10 sektor yang ada ada tiga sektor terbesar yang membangkitkan IHSG atau setidaknya menahan laju IHSG biar tidak terkoreksi kian dalam yakni sektor kesehatan sebesar 1,9%, sektor konsumer primer sebesar 0,4%, konsumer non-primer 0,1%.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Mino, Selasa (23/5/2023) menjelaskan ada 3 sentimen negatif yang membuat IHSG masih di zona koreksi yakni kembali berlanjutnya pelemahan sebagian besar harga komoditas, melambatnya kenaikan harga properti residensial dan ketidakpastian terkait debt ceiling di Amerika.

Dengan tiga sentimen tersebut, ada 11 saham rekomendasi untuk trading pada minggu ini oleh Indo Premier Sekuritas hingga 26 Mei 2023 yakni BBCA (Support: 8,700, Resistance: 9,300), BMRI (Support: 4,950, Resistance: 5,200), EXCL (Support: 1,900, Resistance: 2,100, TLKM (Support: 3,920, Resistance: 4,100), INDF (Support: 6,700, Resistance: 7,200), ICBP (Support: 10,725, Resistance: 11,200), UNVR (Support: 4.340, Resistance: 4.560), ASII (Support: 6.150, Resistance: 6.750), ERAA (Support: 490, Resistance: 540), ACES (Support: 530, Resistance: 650) dan MNCN (Support: 585, Resistance: 690).

Baca Juga: APBN Indonesia Surplus dan Pertumbuhan Ekonomi Diangka 5 Persenan

Mino menjelaskan sebagian besar harga komoditas pada perdagangan pekan lalu kembali melemah dipicu oleh beberapa faktor antara lain data ekonomi China yang lebih rendah dari ekspektasi, ketidakpastian debt ceiling di Amerika dan menguatnya nilai tukar dollar Amerika terhadap mata uang utama lainnya

"Harga komoditas di pekan lalu masih kembali melemah. Pelemahan terbesar dibukukan oleh nikel sebesar -5,87% disusul CPO sebesar -4,53% dan batubarasebesar -3,34%. Hanya 2 komoditas yang naik yakni timah dan minyak mentah," imbuhnya.

Sementara itu, sentimen positif yang menjaga IHSG yakni kembali surplusnya neraca perdagangan dan aksi beli investor asing.

Baca Juga: Argentina Umumkan Akan Lawan Tim Sepakbola Indonesia, PSSI Sebut Belum Ada Hitam Diatas Putih

Menurut Mino, pada April 2023 neraca perdagangan kembali surplus sebesar US$3.94 miliar naik dari sebelumnya sebesar US$2.83 miliar. Surplus neraca perdagangan tersebut juga lebih baik dari konsensus US$3.33 miliar.

Sementara itu terkait aksi beli investor asing, setelah dalam 2 minggu berturut-turut asing mencatatkan aksi jual bersih akhirnya pada minggu lalu membukukan aksi beli bersih sebesar Rp0.4 triliun di pasar reguler. Beberapa saham yang banyak dibeli asing antara lain BBRI, GOTO, ICBP, ASII.

Melihat catatan, dari awal tahun asing sudah membukukan beli bersih Rp12.02 T.

Baca Juga: Sinyal Indosat di Kepulauan Riau Semakin Kuat, Pertumbuhan Jaringan Capai 118 Persen

Beberapa sentimen yang perlu diperhatikan para trader yang ingin mendulang cuan, sebaiknya memperhatian sentimen domestik dan eksternal. Sentimen domestik yang dimaksud adalah keputusan BI7DRR dan data pertumbuhan kredit perbankan.

"Keputusan BI menjadi perhatian investor. Seiring cukup stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dan inflasi yang cenderung turun, diprediksi akan membuat Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 5.75%," sebutnya.

Terkait data pertumbuhan kredit perbankan, jelasnya, pada Maret 2023 kredit perbankan tumbuh 9.93% lebih rendah dari sebelumnya 10.64%.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X