Hari Market Hanya 2 Hari Pekan Ini, Ini Sejumlah Sentimen dan Rekomendasi Saham Trading

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Senin, 26 Juni 2023 | 15:14 WIB
Saham Eropa menguat (Ilustrasi)
Saham Eropa menguat (Ilustrasi)

RIAUMAKMUR.COM - Market pada minggu ini hanya akan berlangsung selama 2 hari karena ada cuti bersama Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada minggu lalu berbalik melemah sebesar 0.9%.

Semua sektor pada minggu lalu mengalami pelemahan dengan pelemahan terbesar di sektor teknologi sebesar -4.3%, kesehatan -1,6% dan barang baku sebesar -1.1%.

Sementara itu, pelemahan terkecil pada minggu lalu tercatat di sektor keuangan sebesar -0.1%.

Baca Juga: Dalam Rangka BBI dan BBWI Riau 2023, OJK, BRKS, dan Pemkab Kuansing Gelar Touring

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Mino menjelaskan pada minggu lalu sentimen negatif lebih banyak datang dari eksternal, yakni testimoni Gubernur The Fed Jerome Powell, turunnya sebagian besar harga komoditas dan berlanjutnya aksi jual investor asing.

"Poin-poin penting testimoni dari Jerome Powell yakni usaha The Fed untuk mengendalikan inflasi belum selesai, masih adanya peluang tambahan kenaikan suku bunga acuan hingga dua kali masing-masing 25 bps dan kebijakan terkait suku bunga acuan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan inflasi," ungkapnya.

Berdasarkan sentimen tersebut, Indo Premier merekomendasikan 6 saham untuk trading #CariBebasmu pada 2 hari perdagangan minggu ini hingga 27 Juni 2023 yakni BBTN (Support: 1.270, Resistance: 1.380), ARTO (Support:2.770, Resistance: 3.330), ICBP (Support: 11.000, Resistance: 11.450), INDF (Support: 7200, Resistance: 7.425), ACES (Support: 630, Resistance: 700) dan AKRA (Support: 1.450, Resistance: 1.550).

Baca Juga: Aktor Inggris, Julian Sands Hilang Sejak Januari Lalu, Polisi Ungkap Mayat yang Mereka Temukan Masih Misteri

Ia menjelaskan, terkait turunnya sebagian besar harga komoditas, masih ada peluang kenaikan suku bunga acuan menimbulkan kekhawatiran investor akan potensi tekanan terhadap perekonomian yang bisa berdampak pada permintaan komoditas.

Penegasan masih adanya peluang kenaikan suku bunga acuan juga membuat nilai tukar dolar Amerika menguat terhadap mata uang utama lainnya dan menjadi tambahan katalis negatif di pasar komoditas.

Sentimen negatif selanjutnya yakni berlanjutnya aksi jual investor asing pada minggu lalu, dimana asing kembali mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1.42 triliun.

Baca Juga: Menawan dan Megahnya Tropi Bali Major Dota 2

Beberapa saham yang terpantau paling banyak di lepas yakni TLKM (Rp266 miliar), BBCA (Rp238 miliar), BBRI (Rp238 miliar).

"Dengan aksi jual tersebut maka dari awal tahun pembelian bersih investor asing berkurang menjadi Rp11.94 triliun dari sebelumnya Rp13.36 triliun," jelasnya.

Sementara itu, dua sentimen positif yang menahan IHSG tidak melemah tajam yakni dipertahankannya suku bunga acuan dan lebih tingginya pertumbuhan kredit perbankan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X