Baca Juga: Masykur Tarmizi Terima Penghargaan Lencana Darma Bakti Gerakan Pramuka di Jakarta
Dirinya mengungkapkan bahwa Teh Artisan Berbeda dengan produk teh komersil yang didominasi produk industri besar dan perkebunan.
Teh artisan justru sangat cocok dikembangkan oleh IKM.
"Dengan modal terbatas pun, selama mampu bersaing dari sisi kompetensi SDM dan kreativitas, IKM teh artisan sangat berpeluang bersaing dalam pasar teh artisan di Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga: Seluruh Bayi di Indonesia akan Mendapatkan Imunisasi Tetes Rotavirus
Menurut Asosiasi Artisan Teh Indonesia (ARTI) suatu campuran bahan teh dapat disebut racikan teh artisan apabila jumlah teh lebih dari 50% dari bahan campuran lainnya, dan karakteristik dasar tehnya masih dapat dirasakan.
Di Indonesia produksi teh ada, dan teh artisan tidak harus dari bahan teh premium berkualitas tinggi dari luar negeri.
Padahal, setiap teh di suatu negara dan dari kebun yang berbeda memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda.
Baca Juga: 3.500 SR di Dumai Terima Suplai Air Bersih SPAM Durolis
Ini merupakan peluang bisnis bagi yang jeli melihat potensi tersebut.
Sebab itu, Reni menilai sebetulnya Indonesia memiliki potensi industri teh artisan yang berkualitas, dengan didukung oleh peremajaan perkebunan dan pengolahan teh dengan pemanfaatan teknologi dan komunikasi digital.
Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian berkomitmen turut serta mendongkrak perkembangan IKM teh artisan, melalui pembinaan penerapan CPPOB, pembinaan penerapan dan sertifikasi HACCP, keikutsertaan dalam kegiatan Indonesia Food Innovation (IFI), serta fasilitasi pada berbagai pameran tingkat nasional maupun internasional,” paparnya.
Baca Juga: Fun Games Basketball, Cara Asyik Srikandi Kenalkan Sosok Ganjar Pranowo kepada Milenial Riau
Hingga saat ini, Ditjen IKMA telah membina sembilan IKM teh artisan yang tersebar di Jawa dan Bali agar semakin naik kelas.
IKM tersebut di antaranya adalah PT Sila Agri Inovasi, PT Karsa Abadi Bali, CV Haveltea, Nala Indonesian Tea, Swarga Flower Tea & Co, Rumah Atsiri Indonesia, Tim Tim (Tisane), CV Ramu Padu Nusantara (Tisane), dan CV Puji Indojamu (Tisane).
Artikel Terkait
Seberapa Kuat Riau untuk Mengembangkan Industri Halal?
Presiden Jokowi Apresiasi Penerapan Kebijakan “Link and Match” antara SMK dan Dunia Industri
Kemenperin Kolaborasi JICA Bangun Industri Kendaraan Listrik
Kunjungi PT Pindad, Presiden Jokowi: Industri Pertahanan Indonesia Miliki Prospek Baik
Temui Gubri, Konjen India Bicarakan Investasi Bidang industri dan Kebudayaan
Seskab: Hilirisasi Industri Bawa Efek Berganda Bagi Perekonomian Indonesia
PIDI 4.0 Akselerasi Penerapan Digitalisasi Industri
Industri Pariwisata Riau Bangkit dengan TPK Hotel Berbintang yang Meningkat di Juni 2023
Industri Pariwisata Riau Bangkit, Juni 2023 TPK Hotel Berbintang Meningkat
Industri Manufaktur Masih Menjadi Pemberi Kontribusi Terbesar Ekonomi Nasional