RIAUMAKMUR.COM - Santri Tani NU mengutuk pemasangan label Palm Oil Free yang dilakukan perusahaan Korte Chocolate asal Surabaya.
Ketua Umum DPP Santri Tani NU T Rusli Ahmad sebut cara yang dilakukan perusahaan sebagai sebuah pengkhianatan kepada bangsa.
Ia menilai label Palm oil Free merupakan sebuah kampanye negatif terhadap industr sawit yang berjalan di Indonesia.
“Merek coklat tersebut harus dibasmi dari muka negeri ini, negara ini tidak butuh perusahaan penghianat,” lanjutnya.
Ia meminta Kapolri, Jendral Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, supaya memerintahkan jajarannya untuk memeriksa maksud dan tujuan perusahaan tersebut melabelkan palm oil free disemua produk coklat mereka, termasuk memeriksa izin-izinnya dan pajak dari perusahaan tersebut.
Baca Juga: Indosat Ooredoo Hutchison Layani Puncak Lonjakan Trafik Data 8,9% di Momen Tahun Baru 2024
T Rusli Ahmad menegaskan bahwa Santri Tani NU sangat berkepentingan dalam hal mengamankan hulu-hilir industry sawit.
Menurutnya 68% anggota Santri Tani adalah petani sawit dan 80% petani sawit Indonesia itu adalah warga Nahdliyin.
"Siapapun yang menyudutkan hulu-hilir sawit, kami akan menjadi garda terdepan menghalaunya. Silahkan beragumen secara ilmiah, silahkan berbisnis dengan tanpa menyudutkan pihak lainnya, apalagi dengan melakukan bentuk-bentuk kampanye negatif," bebernya.
Untuk diketahui, berdasarkan berbagai data di media sosial diketahui Perusahaan Korte Chocolate yang melabelkan disemua produk coklatnya palm oil free.
Perusahaan ini bermarkas di Surabaya Jawa Timur yang didirikan oleh Jeffry Lukito dan Suhadi Nugraha tahun 2014.