ekonomi-bisnis

Santri Tani NU Menilai Label Palm Oil Free Sebagai Bentuk Pengkhianatan

Rabu, 3 Januari 2024 | 13:28 WIB
Ilustrasi Sawit.

RIAUMAKMUR.COM - Santri Tani NU mengutuk pemasangan label Palm Oil Free yang dilakukan perusahaan Korte Chocolate asal Surabaya.

Ketua Umum DPP Santri Tani NU T Rusli Ahmad sebut cara yang dilakukan perusahaan sebagai sebuah pengkhianatan kepada bangsa.

Ia menilai label Palm oil Free merupakan sebuah kampanye negatif terhadap industr sawit yang berjalan di Indonesia.

Baca Juga: Beredar Produk Coklat Dalam Negeri Berlabel Palm Oil Free, LSM Dibidag Sawit ISPO Watch Berang, Sebut Kampanye Negatif

“Merek coklat tersebut harus dibasmi dari muka negeri ini, negara ini tidak butuh perusahaan penghianat,” lanjutnya.

Ia meminta Kapolri, Jendral Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, supaya memerintahkan jajarannya untuk memeriksa maksud dan tujuan perusahaan tersebut melabelkan palm oil free disemua produk coklat mereka, termasuk memeriksa izin-izinnya dan pajak dari perusahaan tersebut.

Baca Juga: Indosat Ooredoo Hutchison Layani Puncak Lonjakan Trafik Data 8,9% di Momen Tahun Baru 2024

T Rusli Ahmad menegaskan bahwa Santri Tani NU sangat berkepentingan dalam hal mengamankan hulu-hilir industry sawit.

Menurutnya 68% anggota Santri Tani adalah petani sawit dan 80% petani sawit Indonesia itu adalah warga Nahdliyin.

Baca Juga: Arya Sinulingga Minta Shin Tae Yong Evaluasi Formasi Permaianan Timnas Indonesia Saat Menghadapi Libya Yang Menuai Kekalahan

"Siapapun yang menyudutkan hulu-hilir sawit, kami akan menjadi garda terdepan menghalaunya. Silahkan beragumen secara ilmiah, silahkan berbisnis dengan tanpa menyudutkan pihak lainnya, apalagi dengan melakukan bentuk-bentuk kampanye negatif," bebernya.

Untuk diketahui, berdasarkan berbagai data di media sosial diketahui Perusahaan Korte Chocolate yang melabelkan disemua produk coklatnya palm oil free.

Baca Juga: Penampilan Perdana Jennie BLACKPINK Tahun Ini Tuai Sorotan Netizen: Gaunnya Biasa Saja, Tapi Dia Selalu Cantik...

Perusahaan ini bermarkas di Surabaya Jawa Timur yang didirikan oleh Jeffry Lukito dan Suhadi Nugraha tahun 2014.

Tags

Terkini