ekonomi-bisnis

Label Palm Oil Free Pada Produk Mengancam Petani Sawit dan Komoditasnya

Jumat, 5 Januari 2024 | 20:09 WIB
Presiden Minta 300.000 Petani Sawit Mendapatkan Program Peremajaan Kebun, Tahun 2023 Tersalurkan Rp 8,5 Triliun (Foto: Jakartadaily.id/ MA WAHAD)

RIAUMAKMUR.COM - Para petani ikut mengecam adanya label Palm Oil Free dimakanan coklat dan beredar di umum.

Ini dinilai mengancam keberlangsungan petani komoditas sawit.

Ketua Umum (Ketum) Koperasi Unit Desa (KUD) Mukti Jaya, Bambang Gianto angkat suara terkait beredarnya produk makanan yang mencantumkan label Free Palm Oil.

Penyematan label tersebut menurutnya merugikan petani kelapa sawit.

Baca Juga: Ditangkap Polisi, Saipul Jamil Negatif Konsumsi Narkoba, Tapi Asistennya Positif Narkoba

Penyematan label Palm Oil Free pada produk dianggap dirinya menyerang langsung komoditi andalan Indonesia, yakni sawit.

"Kami sangat keberatan dan menyesalkan beredarnya produk pangan yang mencantumkan label Palm Oil Free di Indonesia. Apalagi ini tampaknya disengaja oleh pihak yang mengedarkan, untuk menjatuhkan produk sawit," ungkapnya kepada media, Jumat (5/1/2024).

Baca Juga: Fokus Penyembuhan, Apri/Fadia Mundur Dari Dua Turnamen BWF Awal Tahun 2024 Ini

Penyematan label tersebut menurut hematnya akan berdampak negatif bagi petani sawit di Indonesia.

Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan dan tidak menutup mata terhadap produsen atau perusahaan bahkan importir produk-produk tersebut.

Baca Juga: Berbagai Komentar Netizen Terkait Cogil, Satria Mahathir Yang Melakukan Pengeroyokan Hingga Masuk Penjara, Ada Yang Bertanya 'Bisa Mukul Sat'

Jika tidak ada tindakan tegas, menurut petani asal Palembang ini pemerintah melakukan pembiaran.

"Jutaan petani sawit di Indonesia yang hidup dari sawit menjadi resah dan pada akhirnya akan merugi," imbuhnya.

Baca Juga: Cinta Pertama yang Mendebarkan! Inilah Lirik dan Terjemahan Bahasa Indonesia Lagu RIIZE - Love 119

Dikatakannya kejadian semacam ini telah berulang-ulang dan tentu menampar para petani kelapa sawit yang notabenenya adalah para pejuang devisa negara.

Halaman:

Tags

Terkini