ekonomi-bisnis

Optimalkan Pemanfaatan Gas Bumi, PGN Catat Kinerja Positif pada Semester I 2024

Rabu, 18 September 2024 | 14:11 WIB
Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko.

RIAUMAKMUR.COM - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), subholding gas PT Pertamina (Persero), terus menginisiasi perluasan pemanfaatan gas bumi di berbagai segmen pelanggan di Indonesia.

Selama empat tahun terakhir, pendapatan konsolidasi menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 8% dari tahun 2020 hingga 2023.

Pertumbuhan ini didukung oleh volume niaga dan transportasi gas yang menjadi kontributor utama, sekitar 70% dari total pendapatan perusahaan.

Baca Juga: Tingkatkan Budaya Safety Operasi Gas Bumi, PGN Resmikan HSSE Demo Room Medan

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, sejak 2021 PGN mampu menjaga profitabilitas konsolidasi, yang sangat penting untuk mendukung kemampuan investasi dan pertumbuhan berkelanjutan.

Pada semester pertama 2024, volume gas bumi, terutama dari gas pipa yang berkontribusi 99,6%, tetap menjadi penopang utama kinerja PGN.

Sedangkan komersialisasi LNG regasifikasi menyumbang 0,4%.

Baca Juga: PGN Berbagi Kebaikan di Bulan Suci Ramadhan, Salurkan Bantuan ke 20 Yayasan di Medan

Berdasarkan sumber gas, 38% berasal dari Pertamina Grup, dan sisanya dari pemasok lain, termasuk Blok Corridor.

Pendapatan PGN pada semester I 2024 mencapai USD 1,839 miliar, meningkat 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Year on Year/YoY).

Beban pokok pendapatan hanya meningkat 1%, menjadi USD 1,432 miliar pada semester I 2024 dibandingkan USD 1,415 miliar pada semester I 2023, sehingga laba kotor naik 11% menjadi USD 407 juta dibandingkan USD 368 juta YoY.

Baca Juga: PGN Catatkan Pendapatan USD3,65 Miliar Sepanjang Tahun 2023

"Secara keseluruhan, perusahaan telah menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan peningkatan profitabilitas. Kami percaya dengan menjalankan strategi bisnis yang telah ditetapkan, pengelolaan operasional yang optimal dan efisien, serta penerapan manajemen keuangan dan risiko yang prudent, perusahaan akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan peluang," ujar Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko.

Laba operasi naik 3% menjadi USD 293 juta dibandingkan USD 284 juta (YoY).

Pada posisi bottom line, laba bersih PGN tumbuh 28% menjadi USD 187 juta pada semester I 2024 dibandingkan USD 145 juta pada semester I 2023.

Halaman:

Tags

Terkini