"PGN akan terus mengembangkan core business, yaitu proyek transmisi dan distribusi gas bumi. Kami juga adaptif dengan sejumlah inisiatif baru, termasuk peningkatan bisnis LNG dengan fokus pada efisiensi dan efektivitas biaya logistik," imbuhnya.
PGN siap bersinergi dengan pemerintah untuk menyelesaikan proyek infrastruktur gas bumi Cirebon-Semarang tahap II, yang akan mengalirkan gas bumi dari Jawa Timur ke Jawa Barat.
Inisiatif bisnis baru sejalan dengan pengembangan Pipa Cisem II termasuk pembangunan Pipa Distribusi Tegal – Cilacap dalam rangka gasifikasi Refinery Unit IV Cilacap bekerja sama dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dengan volume commissioning sekitar 51 MMSCFD.
PGN juga akan terlibat dalam proyek pipa gas WNTS-Pemping untuk menyalurkan gas dari Lapangan Natuna ke pasar domestik.
Rencana pembangunan Pipa Dumai – Sei Mangkei oleh pemerintah melalui dana APBN akan mengintegrasikan pipa gas di Sumatera, membuka peluang PGN untuk mengambil pasokan gas dari Blok Andaman.
Fasilitas LNG Arun juga akan dimanfaatkan untuk Blok Andaman.
Peningkatan penggunaan gas bumi melalui integrasi infrastruktur di Jawa Tengah telah diwujudkan melalui fasilitas Onshore Receiving Facility (ORF) yang dioperasikan oleh PT Pertamina Gas (Pertagas).
Gas bumi dari PEP Jambaran Tiung Biru (JTB) mengalir melalui pipa ruas Gresik-Semarang, memperkuat sistem distribusi Jawa Tengah yang mengalirkan gas bumi ke sektor pembangkit listrik, industri, komersial, dan rumah tangga di Semarang-Demak.
Infrastruktur ini terintegrasi dengan pipa Cirebon-Semarang tahap I (Cisem I) yang melayani kebutuhan gas bumi di berbagai kawasan industri di Jawa Tengah.
Integrasi tersebut meningkatkan penyerapan gas dari 48 BBTUD menjadi 60-70 BBTUD.
Penambahan dan integrasi infrastruktur ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gas bumi pelanggan industri dan rumah tangga.
Di Jawa Tengah, optimalisasi infrastruktur gas bumi dapat memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, 31 industri dan komersial, serta 29 pelanggan kecil. Penyerapan gas meningkat dari 0,5 BBTUD menjadi 3,5 BBTUD.
"Berbagai inisiatif yang dilakukan PGN didasarkan pada misi dan komitmen untuk menyediakan energi berbasis gas yang memberi nilai tambah bagi seluruh pelanggan," tegasnya.
Selain itu, proyek revitalisasi tangki LNG Arun terus berjalan dengan target menjadikan Terminal LNG Arun sebagai hub LNG terdepan di Asia.
Tahap awal termasuk revitalisasi tangki F-6004, dengan kemajuan konstruksi hingga Kuartal II 2024 mencapai 27.227% untuk paket non-tangki dan 8.16% untuk paket tangki.