ekonomi-bisnis

Harga BBM Non Subsidi di Riau Turun, Pertamina Patra Niaga Umumkan Penyesuaian Harga

Selasa, 1 Oktober 2024 | 15:16 WIB
Ilustrasi pengisian BBM.

RIAUMAKMUR.COM - PT Pertamina Patra Niaga, yang merupakan Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), telah melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi untuk bulan Oktober 2024.

Penurunan harga yang signifikan berlaku untuk Pertamax Series dan Dex Series, dengan harga baru mulai efektif pada 1 Oktober 2024.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan secara berkala, mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak, seperti Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus.

Baca Juga: Awasi Penyaluran BBM, BPH Migas-Pemprov Sumut Finalisasi Kerja Sama

Selain itu, penyesuaian juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

“Evaluasi dan penyesuaian harga untuk BBM non-subsidi adalah rutinitas yang kami lakukan. Harga bisa tetap, naik, atau turun, tergantung pada tren harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Pada bulan Oktober ini, semua harga BBM non-subsidi Pertamina mengalami penurunan,” jelas Heppy pada Selasa (1/10/2024).

Untuk harga Pertamax Turbo (RON 98), terdapat penyesuaian menjadi Rp 13.850 per liter. Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) turun menjadi Rp 12.650 per liter.

Adapun untuk Dexlite (CN 51), harga baru adalah Rp 13.250 per liter, sedangkan Pertamina Dex (CN 53) kini dijual seharga Rp 13.750 per liter.

Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini berlaku di seluruh wilayah Riau.

Baca Juga: Pembatasan BBM Bersubsidi Diharapkan Tidak Berdampak Sektor Lain

“Kami berkomitmen untuk terus menyediakan produk dengan kualitas terjamin dan harga yang kompetitif di seluruh Indonesia,” tambah Heppy.

Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai harga terbaru produk Pertamina dapat mengunjungi situs resmi di pertaminapatraniaga.com atau menghubungi Pertamina Call Center (PCC) di nomor 135.

Tags

Terkini