“Program ini memberikan dampak efektivitas pada pertumbuhan ikan, sebelum dilakukan intervensi program, pertumbuhan dan perkembangan ikan bawal dan kakap memerlukan waktu 7 hingga 9 bulan panen dengan penggunaan jumlah pakan yang sangat besar yaitu 500 kg. Sementara, setelah dilakukan penerapan inovasi, kita mampu melakukan kegiatan budidaya perikanan kakap dan bawal selama 5 hingga 6 bulan dengan jumlah penggunaan pakan hanya 100 hingga 200 kg,” jelas Satria.
Selain itu, ia menambahkan, adapun unit operasi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang berhasil meraih PROPER hijau yaitu AFT Minangkabau, Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung, Fuel Terminal (FT) Medan, FT Sei Siak, FT Pematangsiantar, IT Lhokseumawe, IT Dumai, FT Sabang, FT Meulaboh dan FT Krueng Raya.
“Penghargaan 1 PROPER emas dan 10 PROPER hijau ini bukan hanya milik kami, tetapi juga hasil dari kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. Semoga pencapaian ini semakin memotivasi kita semua untuk terus berinovasi dan menjaga lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Satria.