ekonomi-bisnis

Ini Rekomendasi Saham 3 Hari Bursa Pekan Ini, Perhatikan Sejumlah Sentimen Ini

Senin, 29 Mei 2023 | 20:15 WIB
Saham Eropa menguat (Ilustrasi)

RIAUMAKMUR.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi sebesar -0,2% dengan penurunan terdalam disumbang sektor teknologi sebesar -5,3%, sektor energi -3,3% dan sektor barang baku sebesar -2,4%.

Sementara itu tiga sektor yang menahan koreksi yakni sektor konsumer non-primer sebesar 2,4%, sektor transportasi & logistik sebesar 2,4% dan konsumer primer 1,0%.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Mino menjelaskan ada 2 sentimen negatif yang membuat IHSG masih belum bangkit dari zona koreksi yakni ketidakpastian debt ceiling di Amerika dan berlanjutnya penurunan harga komoditas.

Baca Juga: Komplotan Jambret di 119 TKP di Pekanbaru Diamankan, Dua Diantaranya Ditembak, Beberapa Buron

Berdasarkan pengamatan Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, ada 16 saham yang berpeluang untuk para trader ambil untung.

16 saham tersebut antaranya BBCA (Support: 8,900, Resistance: 9,400), BMRI (Support: 4,980, Resistance: 5,250), BBNI Support: 8,750, Resistance: 9,125), BRIS (Support: 1,650, Resistance: 1,810), CTRA (Support: 1,070, Resistance: 1,130), BSDE (Support: 1,125, Resistance: 1,195), SSIA (Support: 402, Resistance: 505), TLKM (Support: 3,990, Resistance: 4,270), ISAT (Support: 7,550, Resistance: 8,200), ICBP (Support: 10,875, Resistance: 11,500), CPIN (Support: 4,900, Resistance: 5,425), JPFA (Support: 1,190, Resistance: 1,360), MYOR (Support: 2,620, Resistance: 2,810), RALS (Support: 615, Resistance: 665), ASII (Support: 6,425, Resistance: 6,775) dan JSMR (Support: 3,360, Resistance: 3,600).

Terkait sentimen negatif yang akan mempengaruhi IHSG ia menjelaskan, ketidakpastian debt ceiling kembali membuat investor khawatir akan prospek ekonomi Amerika. Ketidakpastian tersebut juga membuat imbal hasil obligasi pemerintah Amerika mengalami kenaikan, Dolar Amerika juga kembali melanjutkan penguatanya di tengah ketidakpastian tersebut.

Baca Juga: Ada The Minions, Inilah Daftar 15 Wakil Indonesia yang Berlaga di Thailand Open 2023

Ia menambahkan ketidakpastian debt ceiling dikhawatirkan akan semakin memperburuk prospek ekonomi Amerika dan berimbas pada penurunan permintaan komoditas.

Ketidakpastian tersebut juga membuat nilai tukar dolar terhadap mata uang utama lainnya kembali melanjutkan penguataannya sehingga memberikan tambahan tekanan di pasar komoditas.

Sementara itu, sentimen positif yang menjaga IHSG tidak kian tergerus yakni dipertahankannya suku bunga acuan, kredit tetap tumbuh meskipun lebih lambat, kembali surplusnya neraca transaksi berjalan, berlanjutnya aksi beli investor asing dan FOMC Minutes yang mengindikasikan tidak adanya kenaikan FFR pada Juni mendatang.

Baca Juga: Rotasi AKD DPRD Kota Pekanbaru, Fraksi Golkar Pindahkan Ida Yulita Susanti ke Banggar dan Komisi I

"Walau demikian, sentimen positif dari domestik yakni Bank Indonesia yang secara berturut-turut mempertahankan BI7DRR di level 5.75% dengan stance kebijakan moneter untuk memastikan inflasi inti terkendali dalam kisaran 3,0±1% di sisa tahun 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat segera kembali ke dalam kisaran sasaran 3,0±1% pada triwulan III 2023," imbuhnya.

Terkait pertumbuhan kredit, pada April 2023 kredit tumbuh 8.08% yoy lebih rendah dari bulan sebelumnya 9.93%. Pertumbuhan kredit tersebut terutama ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh 10.12% yoy disusul oleh kredit modal konsumsi dan modal kerja yang tumbuh 8.68% yoy/6.55% yoy.

Selain itu, pada minggu lalu asing kembali membukukan beli bersih di pasar regular sebesar Rp2.5 triliun lebih tinggi dari minggu sebelumnya Rp0.4 triliun.

Halaman:

Tags

Terkini