4. Menyusui atau Dandani Bayi
Jika bayi terbangun di tengah malam, cobalah untuk menyusui atau mengganti popoknya dengan tenang dan lembut.
Hindari menghidupkan lampu terlalu terang atau melakukan aktivitas berisik yang dapat membangunkan bayi sepenuhnya.
5. Gunakan Bantal yang Aman
Pastikan bayi tidur dengan aman di tempat tidurnya.
Hindari penggunaan bantal, selimut tebal, atau mainan di tempat tidur bayi yang dapat menyebabkan risiko tersedak atau tercekik.
6. Pantau Tanda-tanda Kecapekan
Kenali tanda-tanda kecapekan pada bayi Anda. Bayi yang terlalu lelah cenderung lebih rewel dan sulit tidur.
Cobalah untuk membuat jadwal tidur yang sesuai dengan kebutuhan bayi Anda.
7. Peka terhadap Isyarat Bayi
Setiap bayi berbeda. Cobalah untuk peka terhadap isyarat yang diberikan bayi Anda.
Mungkin ada tanda-tanda khusus yang menunjukkan bahwa ia ingin tidur atau makan.
8. Jangan Terlalu Cemas
Ingatlah bahwa pola tidur bayi bisa berubah dari waktu ke waktu.
Jangan terlalu cemas jika bayi Anda memiliki malam yang buruk sesekali.
Artikel Terkait
Hati-Hati dengan Popok Bayi, Peneliti dari Denmark Ungkap Hal yang Mengejutkan
Penyebab Tingginya Kasus Bayi Terjangkit HIV di Indonesia, Ibu Hamil Tak Dapat Izin Tes HIV dari Suami
Song Joong Ki Sambut Kelahiran Bayi Pertamanya di Roma Italia
Panduan Lengkap Membuat MPASI untuk Anak: Mulai dari Persiapan hingga Tahap-Tahapnya
Seluruh Bayi di Indonesia akan Mendapatkan Imunisasi Tetes Rotavirus
Cara Mengolah Udang menjadi MPASI Bergizi untuk si Kecil
Resep MPASI Labu Kuning: Makanan Sehat untuk Tumbuh Kembang Bayi
Hati Ayam Bisa Jadi Menu MPASI Bergizi, Ayo Dicoba Bunda