Menurut pengalamannya, Leaf selalu mempertahankan kontak mata dan mengontrol bahasa tubuhnya. Sebab anak sangat mahir membaca bahasa nonverbal. Bahkan dari tatapan mata saja mereka tahu kalau mereka akan dimarahi. Hal ini cenderung akan membuat mereka enggan untuk berbicara.
Sebaiknya katakan kepada anak, “Ibu mau menenangkan diri. Kita istirahat dulu, nanti kita bicarakan lagi.”
Itu tidak terlalu buruk. Kamu pasti bisa mengatasinya.
Jika anak dihadapkan pada satu masalah yang menurutnya berat, namun seringkali bagi orang tua itu hanya masalah kecil yang seharusnya bisa diatasi oleh anak.
Hal ini cenderung membuat mereka merasa tidak nyaman dan menganggap ada yang salah dengan diri mereka sehingga tak bisa menyelesaikan persoalan tersebut.
Sebagai orang tua kita bukanlah ahli dalam dalam pengalaman orang lain, bahkan terhadap anak kita sendiri. Jika memang anak ingin mengutarakan sesuatu tentang hal yang dialaminya, berusahalah menjadi seseorang dengan rasa penasaran yang tinggi.
Saat-saat seperti ini bisa saja jadi pelajaran berharga bagi orang tua dan menjadi kesempatan kita untuk menunjukkan rasa empati kepada anak. Ucapkan, “Apa yang bisa ibu bantu, nak?”
Berhentilah menangis
Seringkali orang tua uring-uringan saat mendengarkan anak mereka menangis. Padahal menangis merupakan mekanisme neurobiologis yang dapat membuat anak-anak merasa lega atas emosi yang terpendam dan menumpuk di pikirannya
Menangis adalah alat paling efektif untuk mencegah terjadinya tekanan emosi dan akan sangat bagus untuk kesehatan mentalnya.
Cara yang bisa dilakukan orang tua yakni dengan mengalihkan fokus anak, seperti anak mereka jalan, melakukan kegiatan yang mereka senangi dan melakukan hal-hal yang membuat mereka mau mengatakan sesuatu tentang apa yang mereka alami.
Semua ini dilakukan tak lain untuk memberikan rasa nyaman kepada anak setelah mereka didera sesuatu yang membuat emosinya meluap.
Berusahalah untuk membujuknya, katakan kepada anak, “Kamu ingin apa? Ayo kita lakukan.”
Pokoknya ibu bilang nggak boleh
Orang tua membangun harus memberikan batasan kepada anaknya, terutama terhadap hal - hal yang berpotensi negatif terhadap tumbuh kembangnya.