Nobar Gala Premier Film Buya Hamka, Ini Kata Wagubri Edy Natar Nasution

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Minggu, 9 April 2023 | 17:56 WIB
Wagubri Edy Natar Nasution menonton gala premiere Buya Hamka.
Wagubri Edy Natar Nasution menonton gala premiere Buya Hamka.

PEKANBARU - Gala Premiere Film Buya Hamka menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu penayangannya oleh masyarakat. Begitu pula dengan Wakil Gubernur Riau atau Wagubri Edy Natar Nasution bersama jajaran Majelis Ulama Indoneisa (MUI) Provinsi Riau yang langsung melaksanakan Nontong Bareng (Nobar) Gala Premiere Film Buya Hamka di Gedung XXI Mall SKA Pekanbaru, Minggu (9/4/2023) Sore.

Wagubri Edy Natar Nasution mengungkapkan Film Buya Hamka memperlihatkan kehidupan tokoh pejuang yang luar biasa.

"Saya melihat bahwa ini adalah gambaran kehidupan bahwa seorang Buya Hamka Menjadi seorang tokoh pejuang di Muhammadiyah yang memiliki ketegaran yang luar biasa," ucap Wagubri Edy Natar Nasution.

Jadwal gala premiere Film Buya Hamka di Pekanbaru
Jadwal gala premiere Film Buya Hamka di Pekanbaru

Perjuangan Buya Hamka mempertahankan agama, sebut Wagubri, menjadi hal yang patut dicontoh oleh generasi penerus.

"Tidak ada kekhawatiran dalam diri beliau dalam mempertahankan agama, dan hal ini mesti dicontoh oleh generasi islam secara keseluruhan," jelasnya.

Selanjutnya, Mantan Danrem 31/WB itu sampaikan bahwa Film Buya Hamka menjadi tontonan yang layak dikonsumsi oleh generasi islam di Indonesia, Khususnya di Riau.

SINOPSIS FILM BUYA HAMKA

Film Buya Hamka adalah sebuah fim biografi yang mengangkat kisah nyata perjalanan seorang tokoh inpiratif Indonesia bernama Buya Hamka.

Buya Hamka yang memilki nama panjang Haji Abdul Malik Katim Amrullah adalah sosok wartawan, penulis, pengajar, sekaligus politikus. Beliau juga dikenal sebagai ketua pertama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh Muhammadiah yang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Film Buya Hamka ini akan terbagi dalam tiga volume yang berdurasi total selama tujuh jam. Film ini fokus menceritakan kehidupan sosok Buya Hamka dari kecil hingga dewasa.

Pada volume pertama, film ini mengisahkan periode ketika Hamka menjadi pengurus Muhammadiyah di Makassar dan berhasil memajukan organisasi tersebut.

Setelah keberhasilan tersebut, Buya Hamka diangkat menjadi pemimpin redaksi majalah pedoman Masyarakat sehingga membuat ia dan keluarganya harus pindah ke Medan.

Namun pengangkatannya sebagai pemimpin tersebut membuat ia mulai berbenturan dengan kepentingan Jepang hingga membuat medianya harus ditutup karena dianggap berbahaya.

Kehidupan keluarganya juga terguncang ketika salah satu anak mereka meninggal dunia. Selain itu, usahanya mendekati Jepang membuatnya dianggap penjilat dan dimusuhi sehingga ia pun diminta diminta mengundurkan diri dari jabatanya sebagai pengurus Muhammadiyah. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X