Fakta Menarik Putri Ariani, Remaja Bangkinang yang Dapat Golden Buzzer Simon Cowell di America’s Got Talent

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Kamis, 8 Juni 2023 | 02:24 WIB
Simon Cowell kagum terhadap Putri Ariani. Ia juga memberikan Golden Buzzer kepada Putri Ariani di America's Got Talent 2023.
Simon Cowell kagum terhadap Putri Ariani. Ia juga memberikan Golden Buzzer kepada Putri Ariani di America's Got Talent 2023.

RIAUMAKMUR.COM - Putri Ariani, seorang remaja dengan keterbatasan fisik, telah mengubah nasibnya menjadi seseorang yang mengharumkan nama keluarga dan Bangsa Indonesia.

Baru-baru ini, Putri Ariani mencuri perhatian dunia setelah mendapatkan golden buzzer dari Simon Cowell di ajang pencarian bakat America's Got Talent (AGT) 2023.

Meskipun memiliki keterbatasan, Putri Ariani menunjukkan bakat luar biasa dalam menyanyi dan bermain piano yang membuat penonton dan para juri terkagum-kagum.

Di tengah popularitas yang diperoleh Putri Ariani saat ini, ada fakta-fakta tersembunyi mengenai kehidupan pribadinya dan masa kecilnya.

1. Lahir di Bangkinang, Kampar, Riau

Putri Ariani lahir di Bangkinang, Kampar, Riau, dengan nama lahir Ariani Nisma Putri. Ia lahir pada tanggal 31 Desember 2005 silam.

2. Lahir Prematur

Dalam video sesi Real Talk bersama IDN Media yang diunggah di akun Instagram pribadi Putri pada 9 Maret 2020, ia mengaku bahwa dirinya lahir pada saat usia kandungan mamanya 6 bulan 18 hari. Dari cerita itu diketahui bahwa Putri lahir secara prematur.

Kejadian itu terjadi karena mamanya mengalami plasenta previa yang merupakan kondisi saat ari-ari atau plasenta berada di bagian bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.

Saat lahir, kondisi paru-paru yang dimiliki oleh Putri belum sempurna. Hal tersebut membuat dirinya diharuskan untuk berada di inkubator selama 3 bulan.

Sosok Putri Ariani yang memenangkan Golden Buzzer.
Sosok Putri Ariani yang memenangkan Golden Buzzer. (Instagram @arianinismaputri)

3. Putri Ariani diketahui merupakan seorang tuna netra

Namun sebelum itu, Putri sempat divonis mengalami katarak pada saat dirinya keluar dari inkubator. Hal tersebut pun disampaikan oleh dokter yang menanganinya kepada orangtuanya.

Mengetahui hal itu, pihak keluarga langsung membawa Putri untuk berobat ke Singapura. Dokter yang ada di sana mengatakan bahwa Putri bukan mengalami katarak, melainkan Retinopathy of Prematurity atau ROP.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X