WSBK Akan Dihapus Karena Dinilai Membebani Pembayaran Utang Sirkuit Mandalika

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Kamis, 15 Juni 2023 | 15:29 WIB
WSBK akan dihapus dari agenda di Sirkuit Mandalika. (motogp.com)
WSBK akan dihapus dari agenda di Sirkuit Mandalika. (motogp.com)

RIAUMAKMUR.COM - Dibilang berhasil gelar balapan internasional Moto GP dan WSBK, ternyata Sirkuit Mandalika masih terlilit utang Rp 4,6 triliun.

Karena kondisi ini dikabarkan WSBK akan dicoret dari iven yang berlangsung di Mandalika.

Hal ini diungkap setelah holding BUMN pariwisata InJourney melalui PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) meminta Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,19 triliun ke pemerintah.

Permintaan PMN oleh perusahaan ini ditujukan untuk membantu kesulitan perusahaan membayar tunggakan utang Mandalika tersebut, selain itu upaya lain menghapus WSBK.

Baca Juga: Jadi Motor Penggerak Menolak Pemilu Tertutup, Golkar Riau Imbau Caleg Untuk Makin Aktif Turba

Penyelenggaraan balapan WSBK yang sudah dua kali digelar di Sirkuit Mandalika dan juga helat Moto GP Mandalika tahun lalu belum berhasil menutup utang yang dibuat perusahaan untuk pembangunan sikuit dan kawasan pariwisata tersebut.

Malahan, dari gelaran dua balapan internasional tersebut, balapan WSBK dinilai dan diproyeksi menjadi penyumbang terbesar kerugian operasional sirkuit tersebut.

Karena hal tersebut perusahaan berencana akan menghapus keikutsertaan Sirkuit Mandalika jadi tuan rumah WSBK.

Baca Juga: RSD Madani Pekanbaru Gelar Pelayanan Poli Obgyn

"Dengan dihapus, tidak akan ada lagi muncul biaya WSBK. Gelaran ini juga tidak menarik secara sponsorship," beber Direktur Utama InJourney Dony Oskaria, Kamis (15/6/2023).

Dony Oskaria menuturkan perusahaan mengajukan PMN sebesar total Rp1,19 triliun.

Dari total pengajuan tersebut menurutnya tidak semua digunakan untuk utang.

Baca Juga: Catat Tanggalnya, Ini Jadwal Sunmori HUT Kota Pekanbaru 2023 bersama Yamaha

Sejumlah Rp1,05 triliun akan digunakan untuk membayar utang pengembangan kawasan pariwisata terpadu itu.

Sedangkan sisanya senilai Rp143 miliar digunakan untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur. Salah satunya untuk pembangunan convention center.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X