RIAUMAKMUR.COM - Para peretas menargetkan website dan situs-situs berasal dari Israel.
Aksi para peretas ini buntut dari serangan balasan Israel ke Palestina beberapa hari lalu usai Palestina melalui pasukan Hamas menyerang perbatasan dan kota di Israel.
Para peretas membanjiri lalu lintas internet dengan lalu lintas berbahaya.
Baca Juga: Sekretariat Persikalis Bengkalis Diresmikan Bupati Bengkalis
Serangkaian serangan siber dihantarkan ke website-website Israel oleh para aktivis hacker yang dikenal dengan sebutan awam Hacktivist.
Direktur Keamanan Siber Kemanan Nasional Israel, Rob Joyce, Selasa (10/10/2023) menyebutkan bahwa telah terjadi penolakan layanan atau DDoS.
Hal yang serupa ini pernah terjadi di peristiwa perang Ukraina Rusia.
Baca Juga: Hino Serahkan Bantuan Fasilitas Pembelajaran ke Universitas Trisakti Fakultas Teknologi Industri
Peneliti Keamanan Will Thomas menuturkan serangan hacker serupa sering kali tidak berafikiasi pada pemerintahan apapun.
Serangan hacker kerab terjadi tanpa motif tertentu.
Melainkan bisa terjadi akibat pandangan politik.
Artikel Terkait
Kemenperin Minta Kepolisian Lakukan Penyelidikan Pihak-Pihak Yang Dapat Akses CEIR Dalam Hal IMEI Ilegal
Kementerian ESDM Lewat BBSP KEBTKE Latih Montir Untuk Konversi Kendaraan Listrik
Tangkal Disinformasi Masa Pemilu, Google Indonesia Rancang Program Kreatif Kerjasama Bawaslu
Melihat Kecanggihan Senjata Laser Ciptaan Terbaru China
Ini Sejumlah Shortcut Untuk Membantu Mengetik di Microsoft Word
Ditjen Imigrasi Tambah Unit Pelayanan E-Paspor di 50 Kantor Imigrasi Berbagai Provinsi
Berbagai Jenis BBM dan Kadar Oktannya, Serta Rasio Kompresi Tepat Untuk Penggunaannya
Pengguna Android Versi 5.0 Tidak Bisa Lagi Menggunakan WhatsApp
E-Bankumis Terobosan Akses Layanan Bantuan Hukum Masyarakat Oleh Pemkab Siak
Hino Serahkan Bantuan Fasilitas Pembelajaran ke Universitas Trisakti Fakultas Teknologi Industri