RIAUMAKMUR.COM - Baru kemarin dikabarkan bahwa website Komisi Pemilihan Umum (KPU) diduga diretas oleh hacker dan mengalami kebocoan data.
Peretasan ini dikabarkan membobol data-data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024. Website KPU dikabarkan mengalami kebocoran data.
Data hasil peretasan ini dikabarkan dijual disebuah forum bernama Breach Forum oleh sebuah akun anonim bernama Jimbo.
Baca Juga: Tengah Cari Ikan, Seorang Kakek Warga Desa Pangkalan Baru Tenggelam di Sungai Kampar
Data yang dijual oleh akun Jimbo ini berisikan data pribadi yang cukup penting seperti NIK, No. KK, nomor ktp (berisi nomor passport untuk pemilih yang berada di luar negeri), nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, kodefikasi kelurahan, kecamatan dan kabupaten serta kodefikasi TPS.
Seberapa bahaya sebenarnya kebocora data bagi mereka yang datanya bocor dari praktek pidana cyber tersebut.
Mengutip dari website qwords.com, disebutkan ada sejumlah bahaya mengintai yang bisa menimpa seseorang yang datanya bocor.
Baca Juga: Lirik Lagu Trauma yang Dipopulerkan Elsya Feat Aan Story, Aku tak Mengejarmu Saat Kau Pergi
Kebocoran data termasuk pada kategori pencuria data.
1. Kebocoran data bisa membuat data disalahgunakan untuk kejahatan. Data yang bocor bisa dibeli dan dipergunakan untuk transaksi ilegal seperti narkoba, senjata api, dan barang ilegal lainnya.
2. Kebocoran data bisa menyebabkan kerusakan reputasi. Reputasi ini tentu penting dalam dunia profesional.
3. Kebocora data ini bisa membuat data yang diretas dimanfaatkan untuk penipuan.
Artikel Terkait
5 Rekomendasi HP Smartphone 2 Jutaan Yang Patut Diperhitungkan
Ini Smartphone Android Yang Bisa Pakai Teknologi eSIM
Lika Liku Anak Sekolah Menengah Ciptakan Solusi IoT Canggih di SIC, Samsung Innovation Campus
Kelebihan Prosesor Mediatek Dimensity Yang Dipakai Xiaomi 13T
Cara Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)
Presiden Venezuela Nicolas Maduro Riang Gembira Pamerkan Huawei Mate X3 Pemberian Xi Jin Ping
Mengenal HyperOS Pengembangan Sistem Operasi Yang Dilakukan Xiaomi
Asus Vivobook 14 dan 15 Hadir di Indonesia, Laptop Bersertifikat Military Grade yang Harganya Mulai dari Rp6 Jutaan
Planet Mars Hilang Dari Pengamatan, Kenapa dan Kemana?
UniPin Comunity Adakan UniPin Festival Roadshow di Bandung Banyak Permainan dan Games