8 Teknologi yang Bakal Bikin Hidup di IKN Lebih Nyaman dari Jakarta

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Rabu, 16 Oktober 2024 | 13:58 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Peresmian Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (11/10/2024). /Foto Istimewa/Humas Kementerian ATR/BPN
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Peresmian Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (11/10/2024). /Foto Istimewa/Humas Kementerian ATR/BPN

RIAUMAKMUR.COM - Untuk menggantikan Jakarta sebagai ibu kota, Ibu Kota Negara (IKN) dirancang dengan teknologi canggih yang memperhatikan keseimbangan antara modernitas dan kelestarian lingkungan.

Konsep tata kota ini dibangun dengan pendekatan smart city, di mana infrastruktur dan fasilitas modern hadir berdampingan dengan ekosistem hutan yang alami.

Berikut ini adalah delapan inovasi teknologi yang membuat tinggal di IKN semakin nyaman, sebagaimana dilansir oleh Kilat.com pada Jumat, 13 September 2024:

1. Kereta Tanpa Rel

Transportasi umum ini merupakan kombinasi antara trem dan bus, yang beroperasi tanpa menggunakan rel.

Kereta ini melayani penumpang di delapan halte yang tersebar di kawasan pusat pemerintahan.

2. Taksi Terbang

IKN juga merencanakan penerapan taksi terbang sebagai solusi transportasi udara, menawarkan alternatif mobilitas yang lebih cepat dan efisien.

3. Sistem Peringatan Dini (Early Warning System)

IKN dilengkapi dengan sistem pemantauan real-time melalui CCTV, yang berfungsi untuk mendeteksi potensi bencana lebih awal, seperti banjir dan kebakaran hutan.

4. Sensor Kebakaran Hutan (Wildfire Sensors) 

Alat ini mampu mendeteksi suhu dan kelembaban, serta memberikan peringatan dini terhadap kebakaran hutan, menjaga keamanan lingkungan sekitar.

5. Sensor Ultrasonik (Ultrasonic Sensors)

Sensor ultrasonik digunakan untuk memantau ketinggian air dan intensitas curah hujan, yang berguna dalam mengantisipasi potensi banjir.

Baik sensor kebakaran hutan maupun sensor ultrasonik merupakan bagian integral dari Sistem Peringatan Dini (EWS).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Transaksi Cepat Tanpa Tunai? Begini Plus Minus QRIS

Minggu, 7 September 2025 | 09:38 WIB
X