Google Rogoh Rp500 Triliun Akuisisi Wiz, Netralitas Perusahaan Dipertanyakan

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Kamis, 3 April 2025 | 18:00 WIB
Dampak Wiz setelah diakuisisi oleh Google. (Unsplash/Greg Bulla)
Dampak Wiz setelah diakuisisi oleh Google. (Unsplash/Greg Bulla)

RIAUMAKMUR.COM - Google baru saja mengakuisisi Wiz, perusahaan keamanan siber asal Israel, dengan nilai sekitar Rp500 triliun.

Namun, di balik kesepakatan ini, muncul pertanyaan besar tentang latar belakang para pendiri Wiz yang semuanya adalah veteran Unit 8200—divisi intelijen siber militer Israel.

Unit 8200 dikenal sebagai unit elit yang mengumpulkan informasi, meretas sistem, dan mengembangkan teknologi pengawasan.

Baca Juga: Google Asia Pacific Mengingatkan Pemerintah Indonesia Peraturan Presiden Joko Widodo Soal Masa Depan Media

Unit ini juga pernah dituding oleh mantan anggotanya terlibat dalam pengawasan massal terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan.

Dalam beberapa dekade terakhir, alumni Unit 8200 banyak mendirikan startup teknologi yang kemudian menarik perhatian Silicon Valley.

"Dulu, latar belakang di Unit 8200 jarang disebutkan. Sekarang, justru digunakan sebagai nilai jual dalam siaran pers untuk menarik investor," tulis The Wall Street Journal dalam laporan tahun lalu.

Baca Juga: Google Wallet Mendukung Pembayaran Metode QR, Baru Untuk Android

Silicon Valley dan Gelombang Akuisisi Perusahaan Israel

Akuisisi Wiz oleh Google hanyalah salah satu dari serangkaian pembelian perusahaan teknologi Israel oleh raksasa AS.

Sebelumnya, Palo Alto Networks juga mengakuisisi Dig Security dan Talon CyberSecurity dengan nilai hampir $1 miliar (Rp161 triliun), hanya beberapa minggu setelah perang di Gaza dimulai.

Paul Biggar, pendiri Tech for Palestine, mengkhawatirkan dominasi veteran Unit 8200 dalam industri teknologi AS.

"Seluruh industri teknologi Israel didanai oleh modal ventura AS. Masalahnya, ketika perusahaan-perusahaan ini dipimpin oleh mantan intelijen, mereka mendapatkan akses ke struktur internal perusahaan AS," ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi risiko keamanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Transaksi Cepat Tanpa Tunai? Begini Plus Minus QRIS

Minggu, 7 September 2025 | 09:38 WIB
X