Implementasi sistem cloud pada berbagai sektor industri termasuk industri jasa keuangan membuat bisnis dan operasional menjadi lebih efisien dan terintegrasi.
Namun demikian, industri jasa keuangan masih dibayangi resiko ancaman siber seperti identity fraud.
Fraud merupakan upaya kebohongan yang dibuat demi keuntungan pribadi yang merugikan orang lain.
Baca Juga: Pemprov Riau Kembali Adakan Festival Lampu Colok 2023
Sebagai penyedia layanan identitas digital, VIDA mendukung integrasi identitas digital pada bisnis berbasis cloud dengan aman dan juga nyaman.
Memasuki era hybrid pasca pandemi, layanan identitas digital berbasis cloud yang disediakan VIDA dapat meningkatkan kinerja operasional bagi pelaku layanan keuangan digital dari sisi development cost maupun kinerja proses onboarding pengguna lebih mudah, seamless, serta aman. Sehingga memudahkan para pelaku usaha untuk melakukan ekspansi bisnis.
Menurut hasil survei Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) pada 2021 mengungkapkan bahwa sebanyak 48 persen perusahaan fintech di Indonesia melihat aspek infrastruktur cloud dan sebanyak 60 persen melihat aspek e-KYC (electronic Know Your Customer) sebagai kebutuhan yang utama dalam operasional bisnis.
Baca Juga: Alhamdulillah, Pemprov Riau Transfer Gaji Guru Bantu untuk 5 Daerah
Teknologi cloud semakin populer digunakan di Indonesia, termasuk di industri jasa keuangan seiring pertumbuhan bisnis fintech.
Selain membawa kesempatan besar untuk pengembangan bisnis, bisnis berbasis cloud masih rentan akan serangan siber.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh IBM pada tahun 2022, sebanyak 45 persen serangan siber yang terjadi secara global merupakan terjadi pada cloud.
Baca Juga: Kasus Ledakan Kilang Minyak, Petinggi Pertamina Dumai Diperiksa Polda Riau
Group Chief Revenue Officer VIDA dan Managing Director of VIDA Indonesia Adrian Anwar mengatakan, Di tengah situasi ekonomi global, transformasi digital menjadi salah satu kunci pengoperasian bisnis secara efektif dan efisien.
Perusahaan perlu melihat digitalisasi bukan hanya untuk go-digital semata, tetapi sebagai peluang untuk ekspansi bisnis.
Dengan meningkatnya jumlah data karena kemudahan teknologi cloud, juga dibarengi adanya risiko-risiko baru yang perlu dimitigasi pihak industri jasa keuangan, seperti pelindungan data pribadi dan keamanan siber.