Hal tersebut menjadikan kebutuhan akan layanan digital identity yang dapat digunakan kapan saja dan dimana saja menjadi sangat krusial.
"Tentunya hal ini dapat menjadi elemen proteksi baik bagi penyedia layanan keuangan maupun penggunaannya dari berbagai kejahatan siber, sehingga ekosistem digital di Indonesia dapat terbentuk dengan sistem keamanan terbaik," kata Taufik.
Dalam penerapannya, teknologi digital identity pada berbagai platform layanan digital mulai dari keuangan hingga layanan perjalanan atau travel berperan sebagai kunci masuk penggunanya ke dalam platform tersebut melalui proses verifikasi dan otentikasi identitas.
Dengan integrasi digital identity ini, transaksi yang dilakukan dalam platform dapat dipastikan berlangsung sesuai persetujuan pemilik akun sehingga transaksi dapat dilakukan dengan lebih aman.
Selain itu, teknologi digital identity yang mudah dan dapat digunakan oleh berbagai kalangan ini juga turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital antar negara yang inklusif.
Implementasi teknologi digital identity dapat mendorong efisiensi dan inklusivitas dari cross-border transactions, yakni dengan memungkinkan berbagai kalangan, baik masyarakat dalam negeri maupun pendatang dari luar negeri, untuk masuk ke dalam ekosistem digital Indonesia serta memfasilitasinya dalam melakukan transaksi antar negara secara mudah dan aman.
"Dengan begitu, ekosistem digital dapat tumbuh menjadi lebih inklusif serta membuka berbagai potensi baru dalam konteks perdagangan, investasi, hingga pertumbuhan ekonomi," tutup Taufik. ***
Artikel Terkait
Teknologi Biometrik Wajah Diklaim Dapat Permudah Layanan Publik Berbasis Online, Masak Iya?
VIDA Dorong Ekspansi Bisnis Lewat Layanan Cloud Yang Aman