RIAUMAKMUR.COM - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana akan meluncurkan satelit kedua kepunyaan Republik Indonesia.
Setelah sukses mengorbitkan satelit yang diberinama Satelit Republik Indonesia (Satria 1), Kominfo berencana dalam waktu dekat meluncurkan Satria 2.
Rencana ini ditujukan untuk mengkover area yang belum terkover oleh Satria 1.
Baca Juga: Lirik Lagu Separuh Aku, Album Seperti Seharusnya - NOAH
Satria 1 merupakan satelit internet pertama milik Indonesia yang disiapkan untuk meratakan akses internet, terutama keperluan pendidikan, kesehatan, layanan publik, TNI, Polri, dan masyarakat di wilayah terdepan, tertinggal dan terluar (3T).
Fadhilah Mathar, Direktur Utama BAKTI Kominfo mengatakan, Satria-2 nantinya bakal mengisi area yang tidak tercakup untuk Satria-1.
Dengan ini diharapkan akan tercipta pemerataan akses internet di Indonesia.
Baca Juga: Bertolak ke Jepang, Presiden Jokowi akan Hadiri KTT Perayaan 50 Tahun ASEAN - Jepang
Peluncuran Satria 1 ternyata belum bisa mengkover luas area Indonesia.
Alasan itulah yang diusung BAKTI Kominfo untuk kembali mengajukan pengadaan Satria 2.
"Satria-1 saja tidak mencukupi untuk mengkover seluruh area layanan publik yang tidak terkover teknologi terestrial, sehingga kita masih memerlukan kapasitas lagi," sebutnya.
Baca Juga: Resmikan Ekspansi PT Smelting, Presiden Tekankan Nilai Tambah untuk Indonesia
Menurutnya Satria 2 ditempatkan bukan di lokasi-lokasi yang sudah dibangun oleh Satria-1, lebih ke lokasi-lokasi baru yang memang tidak terkover oleh teknologi fiber optic atau microwave," ujarnya.
Kepala Divisi Satelit BAKTI Kementerian Kominfo Sri Sanggrama Aradea menyebut proyek Satria 2 masih dalam proses diskusi teknis di Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).