RIAUMAKMUR.COM, INHU - Setelah menjadi honorer selama 28 tahun, Naswardi (59) salah seorang tenaga pendidik di Indragiri Hulu (Inhu) merasa sangat senang dan terharu saat menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari Gubernur Riau.
Kebahagiaan itu diungkapkannya saat bertemu langsung dengan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar saat penyerahan SK PPPK kepada tenaga pendidik SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Indragiri Hulu di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Jumat (1/9/2023).
"Ini merupakan momen yang sangat luar biasa dalam hidup saya, tentunya saya sangat senang berjumpa dengan Gubernur Riau," katanya.
Naswardi menjelaskan bahwa ia pertama kali honor pada tahun 1995 di sekolah yang jauh dari keramaian yaitu di daerah transmigrasi. Nama sekolahnya adalah SMP Perintis Pasir Penyu 5, dan itu berlangsung sampai tahun 2000.
"Kemudian merintis lagi di sekolah swasta, dari tahun 2000-2010. Dari tahun 2010 sampai sekarang saya honor di sekolah yang ada di Desa Lubuk Batu Jaya," terangnya.
"Semuanya itu saya jalani dengan ikhlas dan sabar," tambahnya.
- Baca Juga: Gubri Syamsuar Terima Silaturahmi Atlet SOIna Riau Berprestasi di ajang SOWSG 2023 Berlin
Kemudian lanjutnya, dengan keluarnya SK PPPK ini Naswardi merasa dalam hidup sudah cukup dengan apa yang telah ia terima (menjadi tenaga pendidik PPPK).
"Saya bahagia, saya bangga dan saya tersanjung, apalagi bisa berjabat tangan dengan Gubri.
"Terima kasih pak Gubri, mudahan kepada rekan yang baru diangkat, tingkatkan etos kerja, kemudian dibangun Imtek (Ilmu Pengetahuan dan teknologi) dan Imtaq (Iman dan Taqwa). Jadi teknologi jangan tinggal, ketakwaan tetap dibangun," ujarnya.
Di sisi lain, Prihatmi Hijayati (57) yang juga menerima SK PPPK di kesempatan yang sama, mengatakan apa yang ia terima ini merupakan suatu keberkahan baginya dan keluarga.
Prihatmi menceritakan bahwa pada awalnya ia menjadi honorer di Pondok Pesantren Khairul Ummah dan beliau termasuk salah seorang pendiri pondok Kharul Ummah pada tanggal Juli 1995 lalu.
Ia mengatakan bahwa awal menjadi tenaga honorer di pondok tersebut dirinya hanya mempunyai gaji hanya puluhan ribu saja pada waktu itu. Meskipun demikian ia tetap semangat mengajar anak didiknya agar memahami apa yang telah diajarkan.
"Saya mengabdi di Khoirul Ummah 11,5 tahun, kemudian lanjut menjadi honor di SMA 1 Pasir Penyu sampai sekarang," katanya saat menerima SK PPPK.
"Alhamdulillah 3 tahun menjelang pensiun lulus PPPK, ucapnya penuh rasa syukur.
Artikel Terkait
Resmikan Lapangan Tenis KORPRI Riau Club, Gubri Harap Lahirkan Atlet Berprestasi
Selesai Dibangun, Gubri Syamsuar Harap Masyarakat Jaga Jembatan Sei Besi Bagansiapiapi Rohil
Hadiri Wisuda Santri Ponpes Salafiyah, Ini Pesan Gubri Syamsuar
Diserahkan Gubri Syamsuar, 588 Guru di Rohil Terima SK PPPK Tenaga Pendidik
Masyarakat Adat Pujud Rohil Beri Gelar Gubri Syamsuar Datuk Seri Alamsyah
Saleh Djasit Sebut, Gubri Syamsuar Patut Mendapat Gelar Datuk Seri Alamsyah
Gubri Syamsuar Minta Dukungan Menkominfo Bangun Infrastruktur Telekomunikasi di Riau
Dampingi Menkominfo RI Kunker di Bengkalis, Gubri Syamsuar Harap Seluruh Desa di Riau Jadi Desa Digital
Gubri Syamsuar Terima Silaturahmi Atlet SOIna Riau Berprestasi di ajang SOWSG 2023 Berlin
Lepas Fun Run RS Awal Bros, Ini Pesan Gubri Syamsuar